Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo Buruh
Memperingati Hari Buruh Sedunia, Massa Long March dari Bundaran HI ke Istana Merdeka
Wednesday 01 May 2013 21:08:28

Suasana aksi demo Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menuju Istana, Rabu (1/5).(Foto: BeritaHUKUM.com/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aksi unjuk rasa dalam memperingati Hari Buruh Sedunia atau sering disebut dengan "May Day" yang digelar oleh puluhan ribu buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi buruh; MPBI ( Majelis Pekerja Buruh Indonesia ), KSPI dan KSPSI serta Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan organisasi lainnya yang dimulai dari titik kumpul di depan bundaran HI dan melakukan long march sampai ke Istana Negara dengan menyorakkan berbagai yel-yel, dan suara deru semangat perjuangan para aksi buruh, Rabu (1/5) kali ini.

Gemuruh sorak sorai para buruh ini menggegap-gempitakan suasana aksi orasi mereka di Bundaran (Hotel Indonesia) HI dengan menyerukan; Jaminan Sosial Tolak Upah Murah (Jamsostum), Hapus Outsourcing, Tolak Penangguhan UMP, Tolak Kenaikan BBM dan TDL, Serta Jadikan MayDay Hari Libur Nasional. Lantunan lagu-lagu seperti Indonesia Raya juga dikumandangkan oleh korlap aksi saat mengumandangkan aksi mimbar bebasnya.

Dengan penuh semangat dan penuh harapan, mereka dalam aksinya meminta kepada Pemerintahan SBY-Boediono supaya mengambil tindakan tegas, agar upah para buruh tidak lagi ditangguhkan dan sistem outsourcing atau sekarang disebut dengan alih daya agar dihapuskan, karena buruh meminta kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup yang lebih baik.

Salah seorang buruh pabrik dari Bekasi yang bergabung di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Rini saat diwawancarai pewarta BeritaHUKUM.com mengharapkan agar upah para buruh disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini.

"Saya mengharapkan agar upah para buruh ditingkatkan dan sistem outsourching dihapuskan," ujar Rini.

Rini juga menambahkan, dalam memperingati hari buruh ini, perusahaan/pabrik ditempatnya bekerja juga diliburkan.

"Seluruh karyawan pabrik kami diliburkan, untuk itulah kami mempunyai kesempatan bersama-sama turun ke jalan dalam aksi memperingati hari buruh ini," tambahnya lagi.

Aksi massa para buruh yang berlangsung dari Bundaran HI sampai ke Istana ini, sebelumnya juga sudah diketahui informasinya melalui Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dalam pesan singkatnya, Selasa (30/4) kemarin.

Dalam pesan singkatnya itu, dia mengatakan akan mengerahkan massa ke DPR RI, Kemenko Kesra, Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Kemneg BUMN, Kemenkes dan Kemenkertrans.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Demo Buruh
 
Penahan 3 Mahasiswa Undip Diharapkan Diselesaikan Melalui Restorarive Justice
 
Satuan Pamwal Ditlantas Polda Metro Lakukan Pengamanan Demo Buruh dengan Cara Ini
 
Temui Massa Aksi Demo, Sufmi Dasco Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh
 
Buruh Akan Tetap Demo Besar-besaran 30 April Kepung DPR, Gak Peduli Pandemi Covid-19
 
Rizal Ramli: Wasit Tidak Adil, Perlu Audit Forensik Komputerisasi KPU dan Bisa Kena Pidana 4 Tahun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]