Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Komunikasi
Memperingati Hardiknas, Presiden PKS Desak Pemerintah Gratiskan Wifi untuk Satu RT
2021-05-03 14:04:55

JAKARTA, Berita HUKUM - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Webinar dalam rangka memperngati Hari Pendidikan Nasional pada Ahad, (4/5) acara terbut mengusung tema Quo Vdis Pendidikan Indonesia.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu dalam sambutannya mengatakan banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk ranah pendidikan disaat wabah pandemi Covid-19.

"Jika kemudian kita mengatakan Quo Vadis Dunia Pendidikan Indonesia? Tentu tidak berlebihan karena begitu panjang daftar pekerjaan rumah yang tersedia, pemangku jabatan memiliki tanggung jawab utama, namun pada hakikatnya ini adalah tanggung jawab kita semua," ujar Syaikhu.

Ia juga menegaskan dalam menyikapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) perlunya pendidikan yang terintegrasi dengan teknologi agar penerapan PJJ dapat berjalan efektif.

Ahmad Syaikhu menuturkan, dalam menyikapi kesenjangan digital di beberapa daerah perlu ada langkah-langkah taktis untuk mengantisipasi hal tersebut agar pembelajaran online bisa berjalan optimal.

"Soal kesenjangan digital, PKS mengusulkan program satu RT satu Wifi gratis yang dibiayai pemerintah, ini sangat penting sebab PJJ hanya bisa dioptimalkan ketika tersedia jaringan internet yang lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, Syaikhu juga mengatakan, seluruh proses pembelajaran, berorientasi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

"Tidak lupa dan yang terpenting, seluruh proses belajar mengajar berorientasi pada pembentukan karakter yang unggul, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia," pungkasnya.(PKS/bh/sya)


 
Berita Terkait Komunikasi
 
Memperingati Hardiknas, Presiden PKS Desak Pemerintah Gratiskan Wifi untuk Satu RT
 
Riza Fachrial Ketum Baru RAPI Dorong Kerjasama Internal dan Eksternal
 
Catatan Singkat; Komunikasi Defensif
 
Arogansi Gaya Komunikasi (Politik) Jelang Pilpres 2014
 
KPU Tak Henti Komunikasikan Masalah dengan Bawaslu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]