Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Islam
Memaknai Isra Mi'raj dalam Perjalanan Hidup
2018-04-20 04:13:18

Korpri Setjen& BK DPR RI mengadakan Peringatan Isra Mi'raj di Masjid Baiturrahman komplek MPR/DPR/DPD RI.(Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Makna Isra Mi'raj adalah naik ke atas mendaki mencapai tempat yang lebih tinggi. Semakin tinggi pencapaiannya, maka semakin arif kehidupan ini. Kalau seseorang jarang atau tak pernah naik ke atas (mi'raj), mata batinnya akan tumpul, mata hati menjadi buta dan telinga batin juga tidak mendengar. Akhirnya apa yang dikerjakan, apa yang boleh dan tidak boleh sama saja.

"Dengan Isra Mi'raj ini, kita mencoba untuk mengintip langit. Ternyata kita tidak boleh tergila-gila dengan dunia. Di langit etalasenya jauh lebih banyak dan indah, ketimbang apa yang di dunia ini," kata Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar dalam ceramah Isra Mi'raj di depan karyawan dan karyawati Sekretariat Jenderal DPR, MPR dan DPD RI di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4).

Karena itu, lanjut Nasaruddin, dia mengimbau semua komunitas yang ada untuk melakukan mi'raj dengan cara shalat. "Shalat itu mi'rajnya orang-orang beriman," ujarnya mengutip salah satu riwayat hadis Nabi Muhammad SAW.

Dia juga menilai, hikmah peringatan Isra Mi'raj di tahun politik ini sangat penting. "Silahkan melakukan perjalanan, tapi jangan melupakan perjalanan spiritual. Perjalanan duniawi tanpa diimbangi perjalanan spiritual ke atas itu akan mentok. Kehidupan kita bukan hanya di dunia, tetapi ada juga kehidupan akhirat," tegasnya dengan mengimbau, siapapun yang sukses menjalani kehidupan dunia, jangan melupakan perjalanan hidup di akhirat.

Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga mengapresiasi keberadaan acara-acara yang digelar di Masjid di Kompleks Parlemen ini. Di tengah kesibukannya membahas masalah kebangsaan dan kenegaraan, para Anggota Dewan dan jajarannya berkesempatan shalat di Masjid Baiturrahman yang merupakan oase penyiram dan penyejuk batin dan diri. "Berbagai kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan, supaya hati kita tidak gersang," ia megharapkan.

Sementara itu Plt. Sekretaris Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Damayanti dalam sambutannya antara menguraikan hikmah Isra Mi'raj dimana Nabi Muhammad SAW diangkat (mi'raj) ke hadapan Allah untuk menerima perintah shalat. Shalat lima waktu sehari semalam inilah yang akhirnya menjadi salah satu rukun Islam dan wajib ditunaikan bagi umat Islam.

Acara yang dihelat oleh KORPRI Setjen dan Badan Keahlian DPR, Setjen MPR dan Setjen DPD RI ini mengambil tema 'Dengan Memperingati Isra Mi'raj, Kita Tingkatkan Semangat Persatuan Umat Menuju Negara yang Damai dan Sejahtera'.(mp/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Islam
 
Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]