Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Meja dan Kursi Makan Olly Dondokambey di Boyong ke KPK
Thursday 26 Sep 2013 21:33:25

Johan Budi juru bicara KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (26/9) dijadwalkan membawa 2 set meja makan kayu jati dan 4 kursi kayu yang di sita dari rumah Wakil Ketua Banggar DPR Olly Dondokambey yang juga menjabat Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), di Jl. Reko Bawah Desa Kolongan, Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara ke Gedung KPK Jakarta.

"Ke 2 set meja dan 4 kursi kayu, di sita dari rumah salah seorang saksi kasus Hambalang," kata Johan Budi juru bicara KPK Jakarta Selatan.

Dijelaskanya kembali, Pengeledahan dan penyitaan yang dilakukan tidak ada kaitan dengan status seseorang, penyidik KPK mencari bukti terkait jejak-jejak tersangka, malam ini meja dan kursi akan tiba di KPK.

"Diduga penyitaan meja ini terkait penyidikan Hambalang. Barang di sita terkait dengan tersangka TBM," ujar Johan Budi.

Namun Johan enggan menjelaskan lebih lanjut, terkait dugaan hubungan, benang merah apa antara Teuku Bagus Muhammad Noor (TBM) mantan Kepala Divisi PT. Adhi Karya, dengan meja milik Saksi Olly, sementara status Olly sejauh ini masih sebatas Saksi semata, namun KPK telah berani menyita barang dari kediamanya.

"Kalau penyidik memerlukan keterangan Olly Dondokambey, maka KPK akan memanggil," pungkas Johan.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]