Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Penggelapan Uang
Meilisa Terpidana Kasus Rp 68 Miliar Diringkus Tim Kejaksaan
Wednesday 06 Nov 2013 22:59:11

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat hari ini meringkus Meilisa Nurmawan yang merupakan terpidana dalam kasus penggelapan uang perusahaan.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, pada hari ini, Rabu tanggal 06 November 2013, sekitar pukul 11:00 WIB tim dari Kejari Jakarta Pusat telah berhasil menangkap Terpidana Meilisa Nurmawan, Komisaris PT. Sarana Prima Cipta Semangat di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Setia Untung kepada Wartawan, Rabu (6/11) di Jakarta.

Untung menambahkan, bahwa yang bersangkutan selanjutnya dilaksanakan eksekusi ke LP Wanita Tangerang, Banten, sebagaimana didasarkan putusan Mahkamah Agung RI No.2731K/Pidsus/2009, tgl 13 April 2010 jo Putusan PT DKI Jakarta No.223/Pid/PT.DKI, tgl 8 September 2009 jo Putusan PN Jakpus No.2335/Pid.B/2008/PN.JKT.PST, Tgl 1 Juni 2009 dengan pidana penjara selama 2 Tahun.

Dijelaskan Untung lagi, bahwa Terpidana Meilisa Nurmawan merupakan Terpidana dalam perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan (penggelapan uang perusahaan PT. Sarana Prima Cipta Semangat, (PT. SPCS) dengan cara mengeluarkan 817 bilyet giro di Bank Lippo Cabang Muara Karang an. PT. SPCS sebesar Rp. 68.193.782.517 yang seolah-olah untuk pembelian suku cadang dan bahan baku keperluan produksi PT. SPCS.

"Akan tetapi ternyata disetorkan ke rekening Terpidana, yakni ke rekening PT. Elektro Plating, Mitra Daya, Hanafi Nurmawan & PT. Metindo Perkasa yang seluruhnya bukanlah rekanan dari PT. SPCS dalam pengadaan suku cadang maupun bahan baku, sehingga PT. SPCS mengalami kerugian sebesar enam puluh delapan miliar lebih atau Rp. 68.193.782.517," pungkas Untung.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Penggelapan Uang
 
• Jangan Kriminalisasi Kasus Rektor Universitas Muhammadiyah Buton
 
• Oknum Petugas dan Relawan Terindikasi Telibat Penggelapan Bantuan Muslim Rohingya
 
• Kasus Penggelapan Kades Siumbatu Lambat, Warga Lapor Propam Polda Sulteng
 
• PT Solid Black Gold Digeledah, Ravi Ungkapkan Ada Upaya Kriminalisasi
 
• Meilisa Terpidana Kasus Rp 68 Miliar Diringkus Tim Kejaksaan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]