Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PDIP
Megawati: Saya Bilang ke Anak Buah Gak Usah Takut, Kalau Ditangkap, Saya Datang
2024-12-12 20:18:36

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berbicara panjang lebar soal kekurangan yang terjadi di ketatanegaraan saat ini. Sambil sedikit guyon, ia pun menyebut tahu apa risikonya menyebut demikian.

"MPR jangan diturunkan kayak sekarang tapi gak mau, enggak tahu kenapa, saya bilang tentu itu harus jadi tertinggi. MPR. Makanya jangan pendek pendek, beda dengan DPR, Majelis itu kan sudah kerasa gitu, saya mikirnya gitu," kata Megawati di Four Season Hotel, Jakarta, Kamis (12/12).

"Itu urusan ketatanegaraan gitu, gak ada ya sudah. MK. Eh kayak gitu juga."

Mega pun sadar ucapannya bisa mengundang polemik. Namun ia merasa tak masalah, tak takut juga bila ditangkap.

"Nanti kalau ada mau komplain terus saya mau ditangkap sama polisi, nah itu saya akan nyuruh anak buah saya ikut. Ketika dulu saya dipanggil Kejaksaan, mereka pada nungguin di sana diam kamu di kejaksaan kalau ternyata ibu mau dihukum baru kita lawan.

"Lawan loh demi konstitusi yang sekarang sudah dijelek jelekkan tapi gak ada yang berani ngomong Emang presiden dibikin siapa sih? Ayo saya nanya, jawab kalau berani.

Ketua Umum PDIP itu pun meminta kadernya juga punya sikap demikian.

"Saya bilang kok sama anak buah aku. Gak usah takut, kalau kalian ditangkap saya datang kok," ungkap dia.

"Ya iyalah masa hanya saya, dirimu harus berani. Demi apa? Bangsa dan negara," tutupnya.

Megawati bicara di acara peluncuran buku Todung Mulya Lubis yang berjudul 'PILPRES 2024: Antara hukum, etika, dan pertimbangan psikologis'.

Dalam acara ini turut hadir beberapa kader PDIP seperti Hasto Kristiyanto hingga Djarot Saiful Hidayat, dan Ganjar Pranowo.(kumparan/bh/sya)


 
Berita Terkait PDIP
 
• Perbandingan oposisi era SBY vs Jokowi vs Prabowo, saat ini PDIP tegaskan sebagai partai penyeimbang
 
• Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
 
• PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
 
• Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
 
• Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]