Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Wali Nanggroe Aceh
Manipulasi Sejarah
Sunday 22 Dec 2013 22:05:32

Head Of State dan Wali Nanggroë versi Qanun.(Foto: Istimewa)
SWEDIA, Berita HUKUM - Surat singkat ini adalah inisiatif pribadi dan sebagai tanggapan dari daftar Wali Nanggroë versi Qanun nomor 8/2012 yang ditenggarai sebagai bagian dari manipulasi sejarah. Daftar tersebut kemudian dipublikasikan oleh Hr Serambi Indonesia, Senin, 16 Desember, pada halaman 11. Sebagaimana rilis yang diterima BeritaHUKUM.com dari Asnawi Ali, Örebro, Swedia, Minggu (22/12).

Daftar tersebut adalah perspektif GAM tetapi a historis karena menurut deklarator GAM sendiri semasa hidupnya beliau menyebut dirinya sebagai ”Wali Negara” (Head of State) bukan ”Wali Nanggroë”. Sebagai buktinya tertera dalam surat proklamasi AM dalam bahasa Inggris, Melayu dan Aceh.

Bukti ilmiah yang lebih jelas bisa dilihat dalam buku almarhum yang berjudul "The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Tgk Hasan di Tiro”, kolom "The Genealogy of The Tengku Tjhik Di Tiro, hlm: 141 dan juga terjemahan buku dalam bahasa Aceh "Jum Meurdéhka, Seuneurat Njang Gohlom Lheuëh" pada kolom yang sama tertulis sebagai ”Wali Negara” dan sekali lagi bukan ”Wali Nanggroë". (Lihat attachment email)

Saya merasa terkejut karena lembaga Wali Nanggroë adalah produk dari MoU Helsinki Agustus 2005 tetapi tiba-tiba sudah ada Wali Nanggroë ke 9 pada akhir tahun 2013 ini. Apakah di Aceh setahun sekali diangkat Wali Nanggroë?

Sebagai lembaga yang diamanahkan dalam MoU Helsinki dan kini Malek Mahmud diangkat sebagai Wali Nanggroë maka yang bersangkutan adalah Wali Nanggroë pertama di Aceh, bukan Wali Nanggroë ke 9 karena daftar orang yang tertera dalam qanun nomor 8/2012 sebelum Malek Mahmud adalah Wali Negara bukan Wali Nanggroë, bahkan daftar nama tersebut bertentangan dari tulisan Tgk Hasan Di Tiro sebagai mana bukti foto yang terlampir.

Demikian hak jawab ini saya tulis yang berdasarkan bukti dari buku karya almarhum Tgk Hasan Di Tiro sendiri. Walaupun demikian, sebagai seorang demokrat saya tetap menerima tanggapan dari pihak lainnya namun harus berdasarkan bukti ilmiah karena jika sebuah fakta sudah ditoreh maka sejarah tersebut akan dikutip oleh generasi selanjutnya.(rls/asn/bhc/sya)



 
Berita Terkait Wali Nanggroe Aceh
 
Wali Nanggroe Minta Kontestan Pemilu Jaga Keharmonisan
 
Manipulasi Sejarah
 
Ini Kata Akademisi Unimal Terkait Pengukuhan Wali Nanggroe
 
Polda Aceh Berikan Pengamanan Pengukuhan Wali Nanggroe Alasan Politik
 
Mantan Combatan Gerakan Aceh Merdeka Tolak Malek Mahmud
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]