Manchester" /> BeritaHUKUM.com - Manchester United Minta Maaf atas Logo 'swastika'

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Bola
Manchester United Minta Maaf atas Logo 'swastika'
Sunday 27 Oct 2013 23:53:50

Logo MUFC, Manchester United Football Club mirip dengan logo Nazi, swastika.(Foto: bbc)
MANCHESTER, Berita HUKUM - Manchester United meminta maaf setelah mengirimkan logo "bergaya swastika" kepada para pendukung dalam surat. Kemiripan antara logo MUFC (Manchester United Football Club) dan simbol Nazi itu terungkap dalam United Uncovered yang dikirim kepada pendukung lewat email.

Manchester United mengatakan sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.
MU mengatakan judul New Order dalam surat itu mengacu pada para pemain muda di Old Trafford termasuk Adnan Januzaj.

Pernyataan yang dikirim melalui email kepada para pendukung menyebutkan, "Dalam email United Uncovered pekan ini, tulisan MUFC, menampilkan para pemain muda dengan judul New Order."

"Judul itu dimaksudkan untuk mengacu pada band dengan nama yang sama, sementara tulisan yang memiliki kemiripan desain dengan swastika, dan ditambah dengan konotasi lain untuk kata 'new order' menyebabkan (sejumlah pihak) tersinggung dan (kami) sama sekali tidak ada maksud untuk itu."

"Terkait hal ini, United Uncovered menyatakan permintaan maaf sedalam-dalamnya."

Kepala media United, David Sternberg menanggapi sejumlah keluhan yang diajukan pendukung melalui Twiter.
Ia menulis dalam akun Twitter, "Kreativitas itu sama sekali tidak layak, kami meminta maaf sedalam-dalamnya dan akan mengambil tindakan secara internal."(bbc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Bola
 
Menang 5-2 Lawan Thailand, Timnas Sepakbola Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023: Penantian 32 Tahun
 
Sukamta Minta Indonesia Konsisten pada Amanat UUD 1945
 
Korban Tragedi Kanjuruhan Gugat Jokowi hingga Arema, Tuntut Ganti Rugi Rp62 Miliar
 
Mochamad Iriawan Diminta Mundur dari Ketua Umum PSSI
 
Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]