Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Manado Dikepung Banjir & Longsor, Kantor Wali Kota Ikut Terendam
Sunday 17 Feb 2013 21:37:36

Kantor Wali Kota Manado yang terendam banjir.(Foto: Ist)
MANADO, Berita HUKUM - Hujan yang mengguyur terus Kota Manado, Sulawesi Utara mendatangkan bencana. Ribuan rumah terkepung banjir. Kantor Walikota Manado yang berada di pusat kota ikut terendam.

Banjir melanda tujuh kecamatan yaitu Tikala, Paal Dua, Singkil, Tuminting, Wanea, Sario dan Wenang. Tak kurang dari 1000 rumah terendam dengan ketinggian air berkisar 1-3 meter, Minggu (17/2).

Air mulai merangkak naik sejak Sabtu (16/2) sekitar pukul 21:00 WITA, dengan kawasan terparah di bantaran DAS Tondano. Warga korban banjir terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi. Kebanyakan mereka memanfaatkan masjid dan sekolah dijadikan tempat pengungsian.

Sejumlah akses jalan utama di dalam kota ikut terendam dan memutus akses transportasi darat. Warga memanfaatkan situasi dengan meminta bantuan dana ketika kendaraan harus mogok memaksakan melewati banjir.

Tanah longsor juga ikut menerjang di sejumlah titik, korban terus bertambah menjadi 14 orang, dimana 13 orang meninggal akibat longsor dan 1 orang hanyut. Banjir merendam 7 kecamatan di Kota Manado yaitu Kecamatan Tikala, Paal Dua, Singkil, Tuminting, Wanea, Sario dan Wenang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya Minggu (17/2) malam menyebutkan, ke-14 korban meninggal ditemukan di Kelurahan Tingkulu 4 orang; Kelurahan Ranomut, Kec Paal II 2 orang; Perum Citra Land 6 orang; dan Kelurahan Paal IV sebanyak 2 orang.

“Selain itu sebanyak 1.500 orang kini tinggal di tempat-tempat pengungsian,” kata Sutopo.

Di perumahan Citra Land, Desa Winangun, puluhan kendaraan roda empat yang diparkir di samping sebuah gereja di kawasan itu tertimbun longsor. Longsor dilaporkan terjadi pagi tadi sekitar pukul 09:30 Wita. Saat ini proses evakuasi dilaporkan masih berlanjut.

Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, masih belum bisa dikonfirmasi karena sedang rapat koordinasi tanggap darurat dengan Pemerintah Kota Manado. Namun anggota TNI, Polri dan Basarnas sudah diterjunkan ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan dan evakuasi warga.

Banjir bandang pernah terjadi di Kota Manado pada akhir tahun 2000 silam. Hampir seluruh wilayah Kota Manado terendam banjir, terkecuali di daerah perbukitan.

Saat itu, hujan terus menerus selama dua hari, dan ditambah meluapnya Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, membuat beberapa pintu air di danau tersebut harus dibuka.

Akibatnya DAS Tondano yang membelah Kota Manado, tak mampu menampung debit air yang meluap. Kondisi itu diperparah dengan air pasang laut, hingga air tertahan dan menggenangi rumah hingga setinggi atap.

Sedangkan, Tatahede mengatakan, ada juga warga yang memilih tinggal di rumah keluarga dekat, atau naik pindah ke lantai atas, jika rumahnya bertingkat. Ia mengatakan BPBD bersiaga bersama Dinas Sosial, Basarnas, PMI, radio komunitas, Dinas Kesehatan dan PU, untuk menghadapi dan mengantisipasi hal yang paling buruk.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manado Jenny Bangonang mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan bagi warga yang rumahnya kebanjiran.

"Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tingkat kedaruratan masyarakat, terutama obat-obatan dan itu disiapkan oleh Dinas Kesehatan," kata Bangonang.(dbs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Banjir
 
• Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
• Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
• Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
• Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
• Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]