Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Anies Baswedan
Makna Dapat Nomor 3 Bagi Pasangan Calon Anies-Sandi
2016-10-26 07:58:40

Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/10).(Foto: Kompas/GarryAndrewLotulung)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah mendapat nomor urut pemilihan tiga (3) dalam kontestasi Pilkada DKI 2017, pasangan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, meluapkan kegembiraan.

Anies mengatakan semua nomor sama baginya. Namun ia bersyukur mendapat nomor tiga karena nomor itu mudah diekspresikan anak-anak muda.

"Angka 3 kami bersyukur karena mengekspresikan yang muda. Bisa begini, begini. Jadi banyak ekspresinya," kata Anies sambil menunjukkan tangan metal di JI Expo Kemayoran, Selasa (25/10/2016) malam.

Sejumlah wartawan sempat menyinggung bahwa nomor 3 merupakan nomor keberuntungan pasangan Jokowi-Ahok pada Pilkada DKI 2012. Anies menanggapi sambil tersenyum dan meminta doa agar diberi kemenangan serupa.

"Oh iya? Anda ingat ya? Anda milih ya kalau gitu ya? Insya Allah, nomor 3 ini akan mengantarkan pada kemenangan. Saya garisbawahi, kemenangan ini untuk semuanya. Kami berharap nomor 3 bisa terpilih. Kami mohon doanya, kami mohon ridhonya, dukungannya, semoga mendapatkan ridho dari Allah SWT," kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa nomor tiga dalam Pancasila terkait dengan persatuan Indonesia, dan hal itu dinilai sesuai dengan visi yang Anies dan Sandiaga Uno usung pada pilkada ini. Mereka tak ingin lagi ada demokrasi pecah belah karena perbedaan politik.

Bagi mereka, pilkada harusnya diisi dengan demokrasi sejuk agar kota terus maju dan warga bahagia.

"Insya Allah Jakarta masih ada kehidupan setelah tanggal 15 Februari. Jadi jangan dipecah-pecah. Kalau kita terpecah-pecah, teman berkurang. Kurang 20 persen tiap habis pilkada. Nanti 5 kali pilkada, habis semua teman," kata Anies.

Persatuan juga disimbolkan oleh warna yang mereka kampanyekan yaitu putih. Anis dan Sandiaga tadi malam mengenakan kemeja putih, begitu pula para relawan mereka yang mengenakan kaos berwarna putih.

Sementara, pasangan Anies-Sandiaga mendapat nomor urut 3, namun keduanya tetap menunjukkan salam bersama yang menunjukkan 5 jari.

Pengundian nomor urut digelar di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (25/10). Pasangan Agus-Sylviana dapat nomor urut 1, Ahok-Djarot nomor urut 2 dan Anies-Sandiaga nomor urut 3.

Usai mendapatkan nomor urut, masing-masing pasangan calon langsung menyesuaikan diri. Agus-Sylviana mengacungkan jari telunjuk simbol nomor satu, Ahok-Djarot mengacungkan jari telunjuk dan tengah simbol nomor dua.

Sementara Anies dan Sandiaga meski mendapat nomor urut 3, keduanya tetap mengacungkan salam bersama dengan membuka lima jari. Tidak menyesuaikan dengan tiga jari.

Anies dan Sandi sempat mengubah dengan simbol tiga jari, namun kembali ke simbol mereka dengan 5 jari salam bersama. Salam Bersama itu sudah dilaunching sebelumnya.

Ribuan pendukung yang hadir langsung bersorak. Mereka juga menyesuaikan dengan nomor urut yang didapat calon mereka dengan menunjukkan poster nomor yang disiapkan dan mengacungkan jari sesuai nomor urut.(dbs/miq/imk/detik/nnn/ep/kompas/bh/sya)


 
Berita Terkait Anies Baswedan
 
• Ormas Gerakan Rakyat Luncurkan KTA, Anies Baswedan Jadi Anggota Pertama
 
• Anies Baswedan Jadi Menteri Apa di Kabinet Prabowo? Ini Isu yang Tengah Hangat Beredar
 
• Anies Baswedan Dianugerahi Gelar Adat 'Tuan Penato Negarou' di Kabupaten Tubaba, Lampung
 
• Anies Baswedan vs Konglomerat Hitam
 
• Pak Anies Dicintai Rakyat, Apa Buktinya?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]