Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Polisi Tewas
Mainkan Senpi Teman, Polisi Tembak Polisi
Thursday 26 Jan 2012 20:55:44

Ilustrasi penembakan (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Aksi konyol ini jangan sampai ditiru anggota kepolisian lain. Pasalnya, seorang polisi harus tewas di tangan kawannya sendiri yang juga anggota polisi. Hal ini terjadi, saat mereka bercanda dengan menggunakan senjata api (senpi) di rumah kontrakannya di Jalan Enim 132, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/1) malam kemarin.

Bripda F harus menemui ajalnya, karena tertembak dibagian dahinya akibat tindakan Bripda H yang memain-mainkan senpi itu. Senpi itu sendiri merupakan milik Briptu G. Mereka memainkan senpi dinas itu, saat Briptu G sedang mandi. Bripda H mengambil senpi dan sempat mengambil peluru dari dalam dan menyisihkannya.

“Bripda H sempat melepaskan tembakan ke arah lantai, dan peluru tak keluar dari pistol itu. Tapi saat senjata itu diarahkan ke dahi Bripda F dan tembakan dilepaskan, ternyata peluru meletus dan Biptu F langsung tersungkur serta meninggal dunia di tempat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/1).

Atas tindakanya, Bripda H diamankan Divpropam Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Yang bersangkutan tetap ditetapkan sebagai tersangka, karena kelalaian. Barang bukti senpi milik Briptu G yang dipakai menembak Briptu F,juga ikut diamankan.

“Pelaku akan menjalani sidang kode etik profesi dan terancam sanksi pemberhentian tidak hormat sebagai anggota Polri. Setelah menjalani siding kode etik, pelaku juga dimungkinkan untuk menjalani sidang pidana umum dengan sangkaan melakukan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,” jelas Rikwanto. (dbs/irw)


 
Berita Terkait Polisi Tewas
 
Kapolda Jabar Pimpin Upacara Pemberangkat Jenazah Brigadir Nurul Affandi
 
Siang Bolong, Anggota Polisi Tewas di Tembak
 
Brigadir M Syarif Mappa, Dibunuh Kernet Metromini
 
2 Pria Diamankan Terkait Tewasnya Anggota Brimob Brigadir M. Syarif
 
Brigadir M Syarif Mappa, Anggota Brimob Tewas di Pasar Minggu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]