Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Demo
Mahasiwa Maluku Demo Tolak Calon Gubernur Bermasalah di KPK
Tuesday 15 Jan 2013 19:18:25

Aksi demo belasan aktivis mahasiswa asal Maluku di depan Gedung KPK, Selasa (15/1).(Foto: BeritaHUKUm.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Belasan aktivis mahasiswa asal Maluku melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK, guna menolak calon kandidat Gubernur Maluku mendatang yang bermasalah dengan kasus korupsi, Selasa (15/1).

"Tolak calon kandidat yang bukan anak adat Maluku dan koruptor," teriak para pendemo.

Sehubungan aksi mahasiswa ini sebelum singgah ke Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa telah melakukan aksi di gedung kantor perwakilan Maluku di Jakarta, ujar Ayoung Latupono.

Ayoung mengungkapkan, menolak calon kandidat Gubernur yang diduga terlibat kasus korupsi, serta kompleksitas hukum dan korupsi di Maluku sampai saat ini tidak pernah tuntas penyelesaian hukumnya. Ada apa dengan aparat penegak hukum di Maluku dan KPK?, tanya Ayoung.

Ayoung menyanyikan lagu daerah Maluku dalam aksinya, "Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda, tempat berlindung dihari Tuaaa...sampai akhir menutup mata..."

Beta menginginkan Maluku damai, bangkit kembali, maju dalam segala bidang dan merindukan 'The Next'Pattimura', dan tentunya putra asli daerah Maluku, ujar Korlap aksi Ahmad L.

Aksi puluhan mahasiswa asal Maluku ini berjalan tertib dan damai, walau hingga aksi berakhir tidak satu pun dari pendemo yang bersedia masuk menemui Komisioner KPK, Mahasiswa mengancam akan kembali lagi berdemo. Selanjutnya mereka membubarkan diri dengan tertib.(bhc/put)


 
Berita Terkait Demo
 
Singgung Tweet Arief Prihantoro, Warganet: Pak Kapolri Mau Tanya, Benarkah Polisi Membantai FPI?
 
Viral: Orang Ini Dicari Netizen Gegara Sebut 6 Laskar FPI Seperti Hewan Anjing yang Dibantai Polisi
 
Terungkap, Motif Tersangka Pengeroyok: Kesal 'Ocehan' Ade Armando di Media Sosial
 
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando
 
Ade Armando Babak Belur Diamuk Massa dan Ditelanjangi di Tengah Aksi Demo di DPR
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]