Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Mabes POLRI
Mabes Polri Benarkan Ada Densus 88 Dalam Video Kekerasan di Poso
Thursday 11 Apr 2013 20:11:06

Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Dakwah DPP Muhammadiyah Jakarta Pusat, Kamis (11/4).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polri tidak suka dengan stigma bila terorisme itu terkait dengan kelompok-kelompok dalam umat Islam. Jadi ini merupakan kekerasan oleh warga Negara, hal ini disampaikan Brigjen Boy Rafli Amar di Gedung Dakwah DPP Muhammadiyah Jakarta Pusat.

Boy mengatakan, "silahkan saja mengkritisi langkah-langkah Densus 88 dalam proses penegakkan Hukum, namun tugas pokok Polri adalah menjalankan UU kepolisian. Agar mampu menjalankan itu, maka dibentuk Densus 88," ujarnya Boy Rafli, Kamis (11/4).

Dijelaskannya kembali bahwa mengahadapi kejahatan teorisme terkait dalam UU pelaksanaannya semua sudah dijelaskan tentang cara penanganan teror, dan ada dalam UU semua sudah diatur, itu berjalan agar memberi perlindungan terhadap warga negara, dari pasal 6 sampai pasal 14 sudah diatur, agar warga negara kita Indonesia yang terlindungi.

Semenjak perdamaian Malino, ada eskalasi peningkatan kekerasan, dan malah tidak efektif dan kekerasan itu malah terjadi lagi.

Sejak tahun 2006, dimana kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap siswi-siwi SMA di Poso, Juga kasus Bom Tentena, dan adanya peningkatan kekerasan di Poso. Mabes Polri selanjutnya menurunkan Tim Satuan Tugas ke Poso.

"Sejak 22 Januari 2007, Mabes Polri memang benar menurunkan tim ke Poso. Dalam Tim itu, ada Densus 88, ada Shabara, Brimob ada Intelijen guna meningkatkan keamanan di Poso, sebelumnya Poso hanya dalam penanganan khusus Polda, dan Polres setempat," tambahnya.

Dijelaskannya, terhadap tayangan video, kami tidak pernah membantahnya itu palsu atau rekayasa, namun itu tidak pantas, dan itu merupakan bagian dari kegiatan disana saat itu, dan kita tidak untuk menutup-nutupi kesalahan.

"Kita berkeinginan agar teror tidak terjadi lagi, dan kami berharap agar ada kajian mendalam dari berbagai kalangan, dan dapat memberikan solusi, agar kekerasan demi kekerasan tidak terjadi," pungkas Boy Rafli Amar.(bhc/put)


 
Berita Terkait Mabes POLRI
 
Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Diperiksa Mabes Polri
 
IPW Desak Janji Kabareskrim Tuntaskan Aliran Dana Haram Labora Sitorus
 
2 Polsek Dibakar, Polri Dekati Tokoh Masyarakat
 
Pembakaran Lahan di Riau, Polri Masih Mencari Keterlibatan Asing
 
Mabes Polri: Pelaku Pembakar Lahan di Riau Bertambah 24 Orang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]