Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Buku
Ma'rufnomics: Pemikiran KH Ma'ruf Amin tentang Ekonomi Baru Indonesia
2019-04-10 18:44:34

Suasana peluncuran dan bedah buku Ma'rufnomics.(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH.Ma'ruf Amin menghadiri peluncuran buku yang berjudul Ma'rufnomics: Ekonomi Baru Indonesia, karya Nurdin Tampubolon.

Buku setebal 318 halaman ini memuat pokok-pokok pemikiran Kiai Ma'ruf yang fokus pada permasalahan perekonomian Indonesia yang tidak merata.

Dalam sambutannya, Kiai Ma'Ruf menyampaikan terima kasih kepada penulis yang telah merangkum pokok pemikirannya dalam sebuah buku.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Nurdin karena sudah merangkum pemikiran saya tentang Ekonomi Baru Indonesia dalam sebuah buku," Kata Kiai Ma'ruf saat menjadi Keynote speaker dalam peluncuran dan bedah buku Ma'rufnomics, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/4).

Kiai Ma'ruf menambahkan, meski sering berbicara soal ekonomi, dirinya tidak akan menjadi seorang ekonom. Ia mengaku akan tetap menjadi kiai yang merupakan predikat yang telah disandangnya sejak lama. Ia juga mengatakan bahwa dirinya bukan orang hebat.

"Sebenarnya yang hebat itu bukan saya, tetapi penulisnya, Pak Nurdin dan para pembedah buku yang hadir. Jadi saya mengapresiasi peluncuran buku Ma'rufnomics untuk perekonomian Indonesia yang semakin baik," jelas Kiai Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Nurdin Tampubolon menjelaskan bahwa sebelum menulis buku Ma'rufnomics, ia telah berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kiai Ma'ruf Amin di berbagai kesempatan. Pemikiran yang beliau sampaikan dalam membangun Indonesia sesuai dengan Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Salah satu pemikiran beliau, lanjut Nurdin, "Perlunya penerapan prinsip-prinsip maximizing utility dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerja perekonomian Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan dan papan, energi, termasuk pembangunan manusia Indonesia," kata Nurdin dalam sambutannya.

Buku yang digagas dalam rangka melengkapi dan menyempurnakan program pemerintahan ini, akan dibedah oleh Lukmanul Hakim, Dirut LPPOM MUI, Dr.Aviliani, Adiwarman A.Karim, dan Chandra Dewi sebagai moderator.(bh/na)


 
Berita Terkait Buku
 
Ahmad Basarah Nilai Buku 'Catatan Merah' Karya Guntur Soekarno Penting Dibaca Generasi Milenial
 
Fahri Hamzah Luncurkan Buku 'Arah Baru Kebijakan Kesejahteraan Indonesia'
 
Kata-Kata Harus jadi Instrumen Politisi
 
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
 
Ma'rufnomics: Pemikiran KH Ma'ruf Amin tentang Ekonomi Baru Indonesia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]