Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Longsor
Longsor di Lembang Bandung Akibatkan 6 Rumah Rusak
Saturday 04 Apr 2015 19:21:26

Tampak kondisi Lonsor.(Foto: Istimewa)
BANDUNG, Berita HUKUM - Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di kota Bandung dan mengakibatkan tanah longsor. Sebanyak 6 rumah rusak akibat tanah di tebing sekitar amblas di Kampung Andir Desa Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung.

Siti, 65 tahun warga yang menjadi korban longsor menuturkan bahwa pada saat kejadian ia dan keluarga tidak berada di dalam rumah. "Alhamdulillah keluarga selamat, tapi itu rumah saya menggantung karena tanah pondasinya amblas," ujar Siti, pada Jumat, (3/4).

Bencana longsor yang terjadi pada Kamis sore, (2/4) memang cukup mendadak. Setelah hujan deras seharian tanah mulai amblas sedikit demi sedikit dan tak lama kemudian gemuruh terdengar di tebing-tebing sekitar. Terdapat 4 titik longsor. Masing- masing berada di RT 3,4,5 dan 6 desa Gudang Kahuripan.

Bukan hanya longsor, desa ini juga terkena banjir yang cukup deras akibat limpahan air dari perkebunan warga yang berada tepat di atas pemukiman penduduk. "Ada 4 titik longsor tapi yang RT 4 ini yang parah. Satu rumah hampir ambruk karena tanah masuk semua kedalam rumah," ujar Roni, Ketua RT 3.

Longsor yang terjadi pada pukul 14.45 kemarin langsung mendapat perhatian dari pihak Polsek Lembang dan juga bantuan TNI setempat. "Kemarin warga dan ABRI sudah mulai membersihkan jalan yang tertutup, biar bisa dilewati," ujar Roni.

Berada diantara tebing-tebing tinggi desa Gudang Kahuripan ternyata memang sering terkena bencana longsor dan banjir. Tahun 2005 juga pernah terjadi, bahkan hampir di setiap musim penghujan banjir dan longsor menghantui warga sekitar.

"Ini kemarin longsor dan banjir itu disebabkan dari air Bah, dari perkebunan sayuran diatas dan juga jalur air. Jadi pas hujan berhenti air deras sekali turun," ujar Cecep Rosman, salah satu warga yang membantu proses pembersihan dan pengamanan longsor serta masih ada sebanyak 15 rumah disekitarnya terancam terkena longsor.

Warga mengeluhkan banyaknya bangunan tinggi yang di buat di sekitar tebing membuat tanah menjadi sering amblas, juga karena air yang berasal dari atas melewati desa Kahuripan sering membuat desa kebanjiran. Walaupun sering terkena dampak banjir, warga merasa betah untuk tetap bermukim di lokasi desa Gudang Kahuripan tersebut.(bh/yun)


 
Berita Terkait Longsor
 
Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
 
Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
 
Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
 
Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
 
5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]