Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Longsor
Longsor di Cina tewaskan 18 anak
Saturday 06 Oct 2012 00:48:56

Longsor yang terjadi di Yunnan, Cina, Kamis (4/10), (Foto: Ist)
CINA, Berita HUKUM - Delapan belas anak yang hilang setelah tanah longsor yang menimbun sekolah mereka di Yunnan, Cina, dinyatakan meninggal dunia.

Tim penyelamat menemukan jenazah kedelapanbelas Jumat pagi, seperti dilaporkan media pemerintah Cina.

Satu orang dewasa masih belum ditemukan.

Bencana tanah longsor terjadi di Sekolah Dasar Tiantou dan rumah - rumah sekitarnya, Kamis (4/10). Sekitar 800 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di kabupaten Yiliang.

Pekan ini adalah musim liburan di Cina, tetapi anak - anak itu tetap bersekolah untuk mengganti waktu belajar yang hilang saat gempa bumi mengguncang kawasan itu bulan lalu.

Serangkaian guncangan melanda provinsi Yunnan pada 8 September dan menewaskan puluhan orang.

Sebagian besar korban adalah murid Sekolah Dasar Shangba, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua.

Gempa menghancurkan tiga bangunan di sekolah itu. Akibatnya, 30 orang siswa harus belajar di SD Tiantou.

Keselamatan di sekolah - sekolah adalah kekhawatiran publik utama di Cina sejak gempa bumi besar terjadi di provinsi Sichuan pada 2008 dan menewaskan puluhan ribu orang.

Banyak gedung sekolah ambruk dalam gempa bumi, dan memicu kemarahan publik atas ringkihnya konstruksi bangunan dan kurangnya upaya - upaya pengamanan.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Longsor
 
Desa Wangunjaya Kabupaten Bogor Longsor, Ribuan Nyawa Terancam Banjir Bandang
 
Akibat Galian Tambang PT ABN Jalan Sanga Sanga Muara Jawa Putus, 5 Rumah Amblas
 
Longsor di 3 Titik, Jalan Menuju Kecamatan Kinal Kaur Lumpuh
 
Penandatanganan Kerjasama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor di 19 Daerah Resiko Tinggi
 
5 Alat Berat Dikerahkan, Korban Longsor Brebes 11 Tewas dan 7 Hilang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]