Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Lembaga ADC: Pemerintah Aceh Berhasil Merasionalisasikan Bulan Bintang Untuk Rakyat
Saturday 30 Mar 2013 16:21:28

Sejumlah masyarakat di Desa Keude Klep Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara saat melaksanakan upacara pengibaran bendera Bulan Bintang, Kamis (28/3).(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
BANDA ACEH, Berita HUKUM - Euforia masyarakat terhadap bendera Bulan Bintang di beberapa wilayah di Aceh Utara semakin semarak, hal ini terlihat dalam beberapa hari terakhir pasca disahkan Qanun Bendera dan Lambang Aceh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Amatan pewarta BeritaHUKUM.com, di beberapa tempat bahwa masyarakat Kota Lhokseumawe, Aceh Utara dan wilayah lainnya hingga saat ini masih melakukan konvoi bendera hingga upacara resmi pengibaran Bulan Bintang seperti prosesi upacara bendera Merah Putih.

Lembaga Aceh Demokrasi Community (ADC) menganggap bahwa pemerintah Aceh dinilai telah berhasil merasionalisasikan Qanun Bendera dan Lambang Aceh untuk masyarakat.

Pengesahan Qanun tentang Bendera dan Lambang tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk mengimplementasikan butir-butir yang tertuang pada MoU di Helsinki, jelas Ahmad Adamy, Ketua Lembaga ADC Banda Aceh, Sabtu (30/3). Menurutnya, keputusan DPRA dan Pemerintah Aceh, tentang Pengesahan Lambang dan Bendera untuk Aceh sudah tepat, dan jika pun muncul pro dan kontra yang sedang terjadi di Tanah Rencong itu dinilai wajar saja terjadi.

"Sah-sah saja, karena mereka tidak mengerti tentang regulasi pemerintah ini, dan kita akan terus mendukung DPRA dan Pemerintah Aceh supaya Qanun itu menjadi landasan hukum yang kuat sesuai keinginan dan tuntutan rakyat," tandasnya.

Pemerintah Jakarta tidak perlu mengevaluasi qanun yang telah disahkan oleh DPRA, terang ADC. Walaupun keserakahan ada dimana-mana, Adamy yakin bahwa pemerintah pusat akan berbuat hal yang bijak dalam menentukan sikap untuk Aceh.

Luka hati rakyat Aceh kiranya sudah terobati dengan komitmen pemerintah dalam MoU di Helsinki, dan diharapkan pemerintah bisa mengerti kondisi Aceh sekarang ini. Karenanya, pemerintah pusat tidak perlu mempertimbangkan komentar yang memperkeruh suasana, karena GAM bukan borok lama yang akan kambuh lagi.

"Karena setelah ditandatangani kesepahaman antara RI dan GAM di Helsinki, separatis sudah tidak ada lagi di Aceh," katanya lagi.

Selain itu, Aceh juga sangat banyak membantu negara, mulai dari berdirinya negara ini, meskipun hingga saat ini pusat belum bisa memberikan sesuatu yang diinginkan oleh rakyat. Maka dari itu, Lembaga ADC mendukung sepenuhnya pengesahan Qanun lambang dan bendera Aceh benar berdasarkan aspirasi rakyat.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]