Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pancasila
Legislator Tolak Zaskia Gotik Jadi Duta Pancasila
2016-04-16 06:43:50

Ilustrasi. Gedung DPR RI, Senayan Jakarta.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota DPR RI Evi Zainal Abidin dari Partai Demokrat, mengutarakan Fenomena Zaskia Gotik jadi duta Pancasila dan menyusul gelar barunya menjadi dokter klinik Pancasila, telah menyadarkan banyak masyarakat betapa kita sebagai bangsa sudah kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh pancasila itu sendiri.

Menurutnya, jangan heran jika asusila dimana-mana. Jangan kaget juga jika belakangan kita dikejutkan aksi siswi yg mendamprat seorang polwan. Siapa yang bisa di guguh jika banyak pemimpin bangsa ini yang sudah luntur akal nya? Kemana standar figur tauladan yang dulu selalu menjadi figur penyemangat untuk anak-anak kita bercita-cita tinggi dan menjadi insan-insan terbaik bangsa Indonesia?

"Apapun dalihnya, saya menolak, saya malu, saya menangis untuk anak-anak Indonesia. Pelajaran positif apa yang didapat anak-anak dan masyarakat kita tentang pengukuhan tersebut?," geramnya saat berbincang dengan pers Jumat (15/4).

Evi menjelaskan, para guru yang dengan iklas mengajarkan anak-anak kita mengenal Pancasila, mengajarkan lagu-lagu kebangsaan, menanamkan nilai luhur kepribadian bangsa yang bermartabat, mereka lah duta-duta Pancasila yang sesungguhnya. Merekalah yang patut mendapat spot pemberitaan atas kegigihan mereka.

Wakil rakyat daerah pemilihan Jawa Timur II ini, menceritakan saat dirinya berkunjung ke semua sekolah di pelosok desa pegunungan Pasuruan, dimana air sangatlah sulit, signal komunikasi juga tidak tersedia, kelas yang lusuh pengap, memprihatinkan, namun didalamnya ada generasi-generasi emas Indonesia yang sedang bersemangat dan giat menimbah ilmu.

Evi mengajak mereka bernyanyi, Indonesia Raya mereka bisa, Garuda Pancasila mereka bisa, Padamu Negeri mereka bisa, Hari merdeka mereka pun bisa. Padahal usianya rata-rata masih dibawah 8th. Bahagia rasanya, bangga yang tak terkira memenuhi rongga dada ini.

Saat perjalanan menuju bandara, Evi pun sempat bertanya pada pembantu yang hanya sekolah sampai kelas tiga SD saja, "lek, sampean tau gak kita merdeka tahun berapa?" "Hahhaha, ya tahun 45 mbak" begitu dijawabnya spontan sambil tertawa. Saya pun lanjut bertanya, "kalau lambang negara Indonesia itu apa lek? Pohon beringin ta?" Dia pun menjawab sambil berseloroh, "wok.. mbak Evi ini mbanyol, yaa Burung Garuda mbak, kalau pohon beringin itu simbolnya sila ke-3 pancasila". Artinya, anak gunung, anak kota, orang sekolah atau tidak, kita sebagai warga Indonesia semua tahu simbol-simbol negara kita.

"Jadi kalau ada orang dewasa waras terang-terangan menyebutkan simbol-simbol negara dengan serampangan, artinya dia sudah dengan sengaja menghinakan simbol-simbol bangsa itu. "Sengajaaaa, yaa.... sengaja. Hanya itu kata-kata yang tepat. Bukan bodoh, bukan khilaf, apalagi dibumbui dengan kondisi tidak sekolah. Jadi, atas nama nilai-nilai luhur Pancasila, atas nama masa depan anak bangsa yang bermartabat, silahkan berikan predikat yang lebih layak untuk Zaskia Gotik. Tapi bukan duta Pancasila," tegasnya.(as/dpr/bh/sya),


 
Berita Terkait Pancasila
 
Pancasila Dilaksanakan, Jangan Diingkari
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional
 
Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
 
HNW: Pancasila Bukti Kedekatan Hubungan Antara Agama dan Negara
 
Pancasila Hadir Karena Kenegarawanan Para Pendiri Bangsa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]