Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Alutsista
Legislator Nilai Ranking Alutsista Indonesia Menurun
2019-11-12 12:20:54

Ilustrasi. KRI Teluk Bintuni 520 saat bersandar di Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.(Foto: dok.BH)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi I DPR RI Sjarifuddin Hasan menyampaikan Indonesia mengalami penurunan ranking alat utama sistem pertahanan (alutsista). Mengutip situs Global Firepower yang dirilis tahun 2019, ia mengatakan alutsista Indonesia menempati peringkat ke-16 dunia dari 137 negara. Sementara di Asia, kekuatan militer Indonesia di peringkat kesembilan, sedangkan di Asia Pasifik Indonesia di peringkat kedelapan.

"Kedua, dari semua alutsista yang dimiliki, rata-rata memiliki ranking dunia berkisar peringkat 35-50. Dari sekian item alutsista, hanya 2 yang bagus dan menduduki ranking 5 besar, Korvet dan Fregat, yang lainnya termasuk attack aircraft dan submarine di bawah ranking 35. Jadi sesuai yang disampaikan Menteri Pertahanan, memang kita lemah," ungkapnya dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Syarief, sapaan akrabnya juga menyinggung dukungan anggaran pertahanan yang tidak mencapai 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Diketahui, alokasi anggaran untuk Kemhan/TNI Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 131 triliun. Menurutnya, jumlah tersebut belum realistis untuk memodernisasi sistem pertahanan nasional. "Saya sangat apresiasi bahwa saudara Menhan mengingatkan bahwa kita harus kuat, saya dukung sekali. Tetapi saya agak khawatir karena anggaran pertahanan tidak sampai 1 persen dari PDB kita," ungkapnya.

"Sementara, peningkatan anggaran 2020 itu adalah kebanyakan untuk belanja pegawai. Yang saya inginkan, kondisi kalori yang dikonsumsi prajurit sekarang itu sangat rendah, tugas Pak Menhan yang baru kalau bisa 7000 kalori per hari. Jangan seperti sekarang, kita gak punya teknologi, sumber daya lemah, apanya yang kuat," sambung politisi senior Partai Demokrat ini.

Kendati demikian, Syarief mengapresiasi pemaparan Menhan Prabowo terkait rencana strategis Kemenhan dalam lima tahun ke depan. Ia berharap Kemenhan makin baik di era kepemimpinan Prabowo. Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto menyampaikan, teknologi pertahanan yang dimiliki Indonesia belum mampu mengalahkan negara lain. Namun, jikalau harus terlibat perang, dia menyebut konsep Pertahanan Rakyat Semesta harus dilaksanakan.

Menhan Prabowo menyebutkan saat ini pertahanan memang perlu disokong oleh komponen cadangan yang berasal dari segala sektor, termasuk sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam konsep Pertahanan Rakyat Semesta, rakyat merupakan salah satu komponen cadangan. Menurutnya, konsep tersebut telah menjadi doktrin pertanahan yang dianut Indonesia selama dulu. "Saya yakin bahwa Indonesia tak mungkin diduduki bangsa lain. Karena seluruh rakyat akan menjadi komponen pertahahan negara," paparnya.

"Kita mungkin tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain, tetapi pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep pertahanan rakyat semesta. Kalau terpaksa kita terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah perang rakyat semesta," imbuh Menhan Prabowo.(ann/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Alutsista
 
Komisi I Terima Penjelasan TNI Soal Insiden Tenggelamnya KRI Nanggala-402
 
KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam: 53 Prajurit Awak Kapal Selam TNI AL Itu Telah Gugur
 
Pasca-Kejadian KRI Nanggala-402, Alutsista Perlu Dievaluasi
 
Komisi I DPR Minta Perawatan Alutsista Milik TNI Menjadi Perhatian Serius Kemenhan
 
Legislator Nilai Ranking Alutsista Indonesia Menurun
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kassubag Pengadaan Korlantas AKBP Satrio Wibowo Raih Promosi Jabatan Kombes di Polda Metro Jaya
Riset Menunjukkan Masyarakat Indonesia Kurang Keadaban dalam Bermedsos, Apa yang Salah?
AMAN, WALHI, dan KPA Kritik Pemerintah Mengatasi Pandemi yang Tak Efektif, Tak Adil, dan Abai pada Rakyat Kecil
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk
Pemerintah Longgarkan Aturan PPKM, PKL dan Usaha Kecil Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat
Benny Rhamdani Protes Keras Soal Perlakuan Oknum Imigrasi Malaysia: Sita Barang Milik PMI Tapi Tak Dikembalikan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam
Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa
PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO
Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman
Wakil Ketua MPR Tagih Janji Semua Bansos PPKM Darurat
Pemerintah Harus Ambil Langkah Darurat Selamatkan Rakyat dan Sistem Kesehatan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]