Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Amerika Serikat
Lady Gaga, Ariana Grande Mendesak Kontrol Senjata di Tengah Guncangan Pembantaian Las Vegas
2017-10-04 07:16:44

AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Lady Gaga dan Ariana Grande mendesak para pemimpin AS untuk memperketat undang-undang kontrol senjata api menyusul aksi penembakan tragis di Las Vegas.

Ketika sebagian besar seniman rata-rata mengungkapkan simpati mengenai penembakan mematikan di festival musik country itu, Gaga menggunakan kekuatan media sosialnya untuk menekan politisi.

"Ini adalah terorisme. Teror tidak memiliki ras, jenis kelamin atau agama. Demokrat atau Republik ayo sekarang bersatu," tulis bintang pop itu pada lebih dari 71 juta pengikutnya di Twitter, di mana akunnya adalah nomor tujuh terpopuler.

Dia juga mencuit pada Ketua DPR Paul Ryan, yang seperti Presiden Donald Trump dan sebagian besar pemimpin Republik lainnya adalah orang yang dari dulu tidak setuju soal peraturan senjata api.

"Doa-doa itu penting tapi @SpeakerRyan @realDonaldTrump darah ada di tangan orang-orang yang memiliki kekuatan untuk membuat undang-undang. Cepat lakukan #GunControl," tulisnya seperti dilansir AFP.

Gaga juga mengundang para penggemarnya untuk bergabung dengannya dalam meditasi senyap atau doa selama 20 menit yang bisa diakses lewat live streaming "untuk menghubungkan kita semua lewat kedamaian batin."

Grande - yang konsernya sendiri di Manchester diserang pada bulan Mei lalu, yang menewaskan 22 orang - mengindikasikan bahwa dia melihat sedikit perbedaan dengan serangan di Las Vegas, di mana motivasi para penembak tidak segera jelas.

"Hatiku hancur untuk Las Vegas. Kami membutuhkan cinta, persatuan, perdamaian, kontrol senjata & orang-orang untuk melihat ini dan menyebutnya apa adanya = terorisme," cuit Grande.


Mungkin Amerika Serikat bisa melihat solusi lain di negara-negara lain. Setelah pemotretan pada tahun 1996, pemerintah Australia melewati kontrol senjata yang ketat dan hampir 20 tahun kemudian tidak memiliki penembakan massal. Amerika Serikat dalam waktu kurang dari satu tahun memiliki dua, yang telah merenggut nyawa lebih dari 100 orang. Kedua peristiwa tersebut, di Pulse Nightclub pada tanggal 12 Juni 2016 dan Route 91 Harvest Festival pada tanggal 1 Oktober 2017 terjadi saat penggemar menikmati pertunjukan musik.

Kebanyakan seniman menghindari politik.

Penyanyi country yang hijrah ke genre pop, Taylor Swift, orang keempat yang paling banyak pengikut di Twitter, menjauh dari politik saat dia menulis: "Tidak ada kata-kata untuk mengungkapkan ketidakberdayaan dan kesedihan yang dirasakan hati saya yang hancur bagi para korban di Vegas dan keluarga mereka."

Rihanna juga mencuit: "Mengucapkan doa untuk semua korban & orang yang mereka cintai, juga untuk penduduk dan pengunjung Las Vegas! Ini adalah tindakan teror yang mengerikan !!"

Sedikitnya 58 orang tewas dan 500 lainnya terluka saat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dari kamar hotelnya ke sebuah festival musik udara terbuka di Las Vegas Strip.(nexusradio/Antara/bh/sya)


 
Berita Terkait Amerika Serikat
 
DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
 
Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
 
Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
 
AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
 
Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]