JAKARTA, Berita HUKUM - PT. Bank BNI Syariah (BNI Syariah) mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp163,25 miliar atau naik tajam hingga 38,98% sepanjang 2014, yang ditopang dari pendapatan operasional dari penyaluran pembiayaan.
Dinno Indiano, Direktur Utama BNI Syariah mengatakan, penyaluran pembiayaan selama 2014 tumbuh 33,79% menjadi Rp15 triliun. "Alhamdulillah, selama 2014 beberapa indikator berjalan sesuai rencana," ujar Presiden Direktur BNI Syariah dalam acara paparan kinerja BNI Syariah tahun 2014 di Paviliun Tempo I, Jakarta, Sabtu (31/1).
Selain itu, aset perusahaan juga tumbuh sebesar 32,52 persen dari tahun sebelumnya. Dia mengatakan, BNI Syariah mencatat pada Desember 2014 total aset mencapai Rp19,49 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,79 persen atau mencapai Rp15,04 triliun. Sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif 52,6 persen, pembiayaan produktif UKM 21,61 persen, pembiayaan komersial 16,15 persen, pembiayaan mikro 6,96 persen dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,68 persen.
Kendati pertumbuhan pembiayaan BNI Syariah terbilang tinggi, rasio pembiayaan BNI Syariah stabil di level 1,86%. Tahun ini, BNI Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 25% dengan fokus ke sektor ritel dan memperkuat segmen mikro.
PT Bank BNI Syariah yang terdaftar dan diawasi PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada Juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point. Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih kurang 1.500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.(bhc/yun) |