Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Aceh Timur
LSM-FPRM Mendesak Penegak Hukum Mengusut Tuntas Oknum Geuchik Ijazah Aspal
Saturday 26 Oct 2013 22:25:44

Nasruddin Ketua Lembaga Swadaya Masyaraka (LSM) Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM).(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Swadaya Masyaraka (LSM) Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) mindesak penegak hukum Aceh Timur jangan menutup mata terhadap pelaku atau yang Ikut terlibat dalam pembuatan Ijazal Aspal (asli Tapi palsu) yang di lakukan MYA Oknum Geuchik terpilih Gampong Ulee Blang Kecamatan Julok,kabupaten Aceh Timur.

Panitia Pemilihan Geuchik dan Lembaga Tuha Peut Gampong setempat serta Camat Julok, juga harus di periksa karena diduga ikut terlibat dan tidak berani tegas dalam menjalankan tugas, sesuai aturan hukum yang berlaku.

Hal tersebut di sampaikan Ketua FPRM Nasruddin Sabtu (26/10) Pada awak media, Panitia Pemilihan Geuchik dan Lembaga Tuha Peut Gampong Ulee Blang tidak bersikap netral, malah ikut terlibat dalam upaya membohongi warga, menutup-nutupi tindak pidana yang diperbuat oleh Geuchik terpilih tersebut.

Menurut laporan dari warga dan hasil investigasi FPRM, terkait Penggunaan Ijazal aspal bukan hanya di lakukan MYA saja, namun disinyalir ada juga Oknum Geuchik lain di wilayah Kecamatan Julok yang memiliki ijazah "Aspal" (Asli tapi palsu-red).

FPRM mendesak pemerintah, Kabag Pemerintahan Mukim dan Gampoeng Kabupaten Aceh Timur, "agar dapat membatalkan kemenangan MYA, karena telah melanggar ketentuan hukum yang berlaku, kalau hal ini tidak di indahkan, maka akan banyak LSM, OKP dan ORMAS di Aceh Timur akan melakukan protes," ujar Nasruddin.

"Kalau tuduhan warga terbukti MYA, bukan hanya melanggar KUHP, Hal tersebu juga melanggar Pasal 69 ayat [1] UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, tentang Penggunaan ijazah, dengan ancaman Lima tahun penjara dan denda Rp 500.000.000 dan pasal 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara," pungkas Nasruddin.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh Timur
 
Kejati Aceh Tetapkan Mantan Bupati Aceh Timur Sebagai Tersangka
 
Camat Idi Tunoeng Lantik Nurdin Jalil Jadi Imum Mukim Kota Baro
 
Kemenag Aceh Timur Memperingati Maulid Nabi dan Temu Pisah Kakankemenag
 
KSDA Aceh Timur Santuni Balita Penderita Lumpuh Layu dan Hidro Sefalus
 
LSM, Ormas Minta Kajati dan BPKP Aceh Periksa Dugaan Gratifikasi Sekda Aceh Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]