Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
LSM GRAM Minta Penerimaan Bidan PTT Diawasi
Friday 02 Aug 2013 23:59:42

Direktur LSM-GRAM, Muhammad Azhar.(Foto: Ist)
ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Aceh Membangun (LSM-GRAM) meminta DPR maupun lembaga untuk mengawasi dalam penerimaan bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Aceh Utara.

"Jika tidak diawasi secara ketat, guna menghindari adanya indikasi praktik KKN," tandas Direktur LSM-GRAM, Muhammad Azhar, AMd, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Jum'at (2/8).

Apalagi, tambahnya, seperti yang diinformasikan melalui pemberitaan di media bahwa penerimaan bidan PTT yang dibuka pada tahun 2013 ini dibuka secara tertutup, sehingga dapat menimbulkan asumsi yang tidak baik terhadap publik.

"Semestinya dilaksanakan secara terbuka, karena kesan tertutup inilah yang kita khawatirkan akan terjadinya praktik main uang," tukas Azhar.

Lanjutnya, jangan sampai penerimaan bidan ptt kali ini tidak sesuai dengan aturan maka pihak Dewan Kabupaten Aceh Utara harus memantau terus terhadap penerimaan PTT tersebut supaya tidak adanya sogok menyogok.

Dalam hal ini, LSM GRAM sangat menyayangkan terkait penerimaan bidan PTT yang dinilai terselubung, seperti dalam penerimaan tahun lalu terjadi "main uang" hingga puluhan juta rupiah.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]