Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Korupsi
Korupsi Dana Gempa: Enam Fasos Divonis 2 Tahun Penjara
Friday 26 Jul 2013 20:47:53

Ilustrasi.(Foto: Ist)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Enam fasilitator sosial dana rekonstruksi gempa 2006 Desa Terong Bantul dijatuhi vonis penjara dua tahun karena terbukti melakukan korupsi.

Sidang yang digelar Kamis (25/7) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jogja itu beragenda putusan untuk enam terdakwa yakni Jaka Sulistyo, Nuryanto, Ngatini, Tulus dan Ribut.

Ketua Majelis Hakim Moch Mawardi memutus keenam terdakwa terbukti sah melakukan tindak pidana korupsi. Hakim juga menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda masing-masing Rp 200 juta.

Penasehat hukum Tulus dan Ribut, Kurniawan Sutrisno menyatakan vonis yang dijatuhkan hakim terlalu berat. Hakim tidak memperhatikan keterangan saksi yaitu Lilik Karnaen sebagai Konsultan Manajemen Kabupaten (KMK) yang menyatakan keenam terdakwa tidak menggunakan dana.

“Dana itu kan langsung diserahkan kepada Lilik. Tadi majelis hakim juga menyatakan tidak menjatuhkan ganti rugi karena uang telah dikembalikan. Tetapi kenapa putusannya tetap sama dengan yang menikmati,” ungkap dia, seperti yang dikutip dari harianjogja.com.

Terkait ini, ia menyatakan pikir-pikir terhadap putusan hakim. Sementara kuasa hukum keempat terdakwa lain Priyana Suharta menegaskan akan mengajukan banding.(hjc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kasus Korupsi
 
• Herwanto: Banyak Pejabat Hanya Pentingkan Perut Mereka Sendiri
 
• Korupsi Dana Gempa: Enam Fasos Divonis 2 Tahun Penjara
 
• Kongkalingkong Sindikat Kingkong Gerogoti Telkom
 
• Mengerikan, Korupsi Kehutanan Capai Rp 273 Triliun
 
• Bongkar Praktek Korupsi Sumber Daya Alam!
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]