Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Bea dan Cukai
Korupsi Bea dan Cukai, Tersangka S Ditahan Kejaksaan
Sunday 27 Oct 2013 13:58:31

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi kepada Wartawan mengatakan bahwa, setelah ditetapkannya Tersangka dengan berinisial S, Kasi Pelayanan Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong atas dugaan tindak pidana korupsi, dalam proses memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah Republik Indonesia dan mengeluarkan barang dari wilayah Republik Indonesia ke luar negeri di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

"Maka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau Nomor : PRINT-01 / Q.1.14.6 / Fd.1 / 10 / 2013 Tanggal 21 Oktober 2013, pada hari Jumat tanggal 25 Oktober 2013 Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau melakukan tindakan penahanan terhadap Tersangka selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 25 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 13 November 2013 di Rutan Pontianak," kata Untung, Minggu (27/10) di Jakarta.

Dijelaskan Untung, penahanan S, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-04/Q.1.14.6/Fd.1/10/ 2013, tanggal 25 Oktober 20132. Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Tersangka selaku Kasi Pelayanan Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong diduga dilakukan dengan bervariasi melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong antara lain dengan cara-cara:

a. Memasukkan barang dari pintu PPLB (Pos Pemeriksaan Lintas Batas) Entikong yang bukan merupakan kawasan Pabean, karena tidak ada penunjukkan dari Menteri Perdagangan.

b. Memasukkan dan mengeluarkan barang baik dari Malaysia ke Indonesia ataupun dari Indonesia ke Malaysia dilakukan tidak sebagaimana mestinya/sesuai prosedur karena pembayaran tersebut dititipkan kepada Kasi Kepabeanan dan Cukai (Tersangka S) dan petugas yang ada dilapangan dan penetapan Bea Masuk dibuat dengan berdasarkan tolak ukur yang tidak jelas dan tidak pernah dilakukan pemeriksaan fisik barang dan kendaraan.

c. Pengeluarkan barang dengan cara menggunakan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), tanpa dokumen yang seharusnya dilengkapi (Bill of Lading, Letter of Credit, Manifest) sama sekali tidak ada dan Invoice diduga palsu dan SSPCP, BC.11, dibuat tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

"Tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3. Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan huruf b, Undan-undang RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," pungkas Untung.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Kasus Bea dan Cukai
 
Mabes Polri Segera Memanggil Semua Pejabat Ditjen Bea dan Cukai
 
Ketua Auditor Bea Cukai Hanif Adnan Diperiksa Penyidik Polri
 
Korupsi Bea dan Cukai, Tersangka S Ditahan Kejaksaan
 
Kejaksaan Tinggi DKI dalami Kasus Mark Up di Bea Cukai Tanjung Priok
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]