Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Gempa
Korban Gempa 7,7 SR Pakistan Meningkat
Thursday 26 Sep 2013 04:09:58

Ratusan Mati Setelah Gempa Kuat Menghantam Barat Daya Pakistan.(Foto: Reuters)
PAKISTAN, Berita HUKUM - Jumlah korban tewas dalam gempa bumi dahsyat yang mengguncang Balochistan, Pakistan barat daya, meningkat menjadi sedikitnya 328 orang.

Selain itu lebih dari 450 warga mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,7 pada skala Richter yang terjadi Selasa sore waktu setempat (24/9).

Data terbaru dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Balochistan. Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah.

Juru bicara pemerintah provinsi, Jan Muhammad Buledi, mengatakan lebih dari 300.000 penduduk mengalami dampak gempa di enam distrik, Awaran, Kech, Gwadar, Panjgur, Chaghi dan Khuzdar.

"Kita sangat memerlukan fasilitas medis dan tidak ada tempat untuk merawat warga yang mengalami luka-luka di beberapa rumah sakit setempat," kata Buledi.

Disamping itu, korban selamat memerlukan bantuan air bersih, obatan-obatan dan tenda. Ribuan orang menghabiskan malam di tempat-tempat terbuka.

"Kita kesulitan mencapai daerah-daerah yang mengalami gempa," tutur Bulaidi.

Pulau baru

Sementara itu sejumlah korban selamat mengaku belum mengetahui nasib anggota keluarga mereka.

"Saya mempunyai rumah dengan tiga tempat tidur di Arawan. Rumah runtuh ketika gempa mengguncang. Saya berada di rumah dan anak-anak berada di kamar lain," kata Noor Bux, seorang warga, kepada BBC.

"Sekarang saya tidak tahu di mana istri dan anak-anak saya, apakah mereka hidup atau meninggal. Saya tidak tahu di mana mereka," Noor Bux.

umah-rumah terbuat dari bata lumpur sehingga mudah runtuh ketika diguncang gempa. Korban selamat memerlukan bantuan pangan, tenda dan obat-obatan. Beberapa jam setelah gempa, saksi mata melihat pulau kecil muncul di dekat Gwadar.

Seorang dokter di salah satu rumah sekita setempat menuturkan tim medis kewalahan menangani pasien. Lokasi gempa di tempat terpencil menghambat upaya pertolongan.

Gempa dahsyat yang bisa dirasakan hingga Karachi, Hyderabad, dan ibukota India, Delhi itu juga menimbulkan pulau kecil di kawasan pantai dekat pelabuhan Gwadar.

Kemunculan pulau baru ini menarik perhatian banyak warga. Pulau memiliki ketinggian 9 meter dan panjang 100 meter.(bbc/bhc/sya)


 
Berita Terkait Gempa
 
Gempa Mematikan 7,8 SR di Turki dan Suriah, Total Korban Meninggal Sedikitnya 3.500 Orang
 
Team AREA DPD Bekasi Peduli Kirim Bantuan ke Lokasi Gempa Bumi Cianjur
 
6 Orang Meninggal dalam Gempa Magnitudo 6,1 Mengguncang Malang
 
Sebanyak 42 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa 6,2 SR di Sulawesi Barat
 
Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]