Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
India
Korban Banjir India Bertambah
Monday 24 Jun 2013 19:47:21

Penyelamatan terhambat oleh jalur transportasi yang terputus.(Foto: afp)
INDIA, Berita HUKUM - Tim penyelamat di utara India bekerja keras untuk mengevakuasi 7.000 orang yang terdampar di pegunungan pasca bencana banjir dan longsor.
Di negara bagian Uttarakhand, dimana korban tewas diperkirakan melebihi angka 1.000, dilaporkan cuaca masih buruk dengan hujan deras diprediksi masih akan berlangsung sepanjang Senin (24/6).

Sejauh ini lebih dari 600 orang yang dikonfirmasi tewas sementara 80.000 lainnya berhasil diselamatkan.

Kepala Menteri Uttarakhand Vijay Bahuguna kepada BBC mengatakan jumlah korban tewas dikhawatirkan akan bertambah.

Awal musim hujan di India pada tahun ini diyakini yang teparah dalam 80 tahun terakhir. Musim hujan biasanya berlangsung bulan Juni hingga September.

Kerusakan meluas

Ribuan orang masih terdampar di kawasan ziarah Badrinath di ketinggian Himalaya setelah banjir bandang menghantam kawasan ini pekan lalu.

Tetapi operasi penyelamatan terhambat oleh hujan dan gunung yang diselimuti awan dan kabut.

Pada Senin pagi, helikopter yang membawa pasukan khusus untuk mencari korban selamat terpaksa kembali karena cuaca buruk.

Sehari sebelumnya, otoritas setempat mengatakan kota kuil Hindu Kedarnath yang rusak parah telah bersih dari pengungsi dan tim tengah mencari jenazah korban tewas.

Sejumlah wisatawan dan peziarah turut terperangkap dalam banjir yang dilaporkan menyapu rumah, jalanan dan jembatan.

Luasnya kerusakan ini bahkan seminggu setelah banjir dan longsor, belum ada kejelasan jumlah korban yang hilang atau tewas.

Sementara itu, ratusan keluarga korban dilaporkan berkemah di ibukota negara bagian, Dehradun, mencari anggota keluarga dan teman mereka yang hilang.

Beberapa orang mengatakan pemerintah tidak memberikan mereka informasi yang mencukupi, sementara yang lainnya menyalahkan ''respon lamban'' badan penanggulangan bencana.

Ribuan tentara, para militer dan badan penanggulangan bencana telah bekerja selama sepekan terakhir untuk menyelamatkan dan menyediakan bantuan bagi mereka yang terjebak di desa terpencil dan pengungsian.

Sejumlah korban selamat menceritakan kisah kesulitan mereka dan kurangnya pasokan.

Seorang wanita yang diselamatkan oleh helikopter militer mengatakan dia harus berjalan sejauh 25 km untuk bisa lepas dari banjir.

Perdana Menteri Manmohan Singh menggambarkan situasi ini sebagai ''menyedihkan'' dan mengumumkan dana bantuan sebesar US$170 juta untuk Uttarakhand.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait India
 
Petir Mematikan di India: Lebih 2.500 Orang Meninggal Akibat Tersambar Setiap Tahun, Mengapa Terjadi?
 
Kashmir Diisolir, Diblokir: Salat Jumat dan Jelang Idul Adha di Jaga Puluhan Ribu Tentara
 
India Luncurkan 20 Satelit dalam Satu Misi
 
India dan Iran Teken Kesepakatan Pelabuhan Bersejarah
 
India Terbelah Setelah Pemimpin Hindu Mengkritik Bunda Teresa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]