Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Korban Angin Puting Beliung April 2012 Pertanyakan Bantuan Pemerintah
Wednesday 09 Oct 2013 18:41:53

Salah satu rumah terkena angin kencang pada di Jl. Lintas Sumatra, Aceh desa Paya Plawi kecamatan rantau Slamat Kabupaten Aceh Timur.(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Korban angin puting beliung Pada bulan april 2012, pertanyakan bantuan pemerintah kabupaten Aceh Timur, yang hingga saat ini belum pernah menerimanya.

Angin puting beliung yang terjadi pada bulan aparil tahun 2012, menyisakan luka yang sangat mendalam bagi Keluarga Slamat (46Th), Sugimin (35Th), dan Marsuli Timin (50Th), ke tiganya warga Alue Seleumak kecamatan Rantau Rantau Slamat, Kabupaten Aceh Timur.

Menurut Kepala Desa (Geuchik) Alue Seleumak Suhardi pada awak media ini, Rabu (9/10) mengatakan, pada April 2012 terjadi angin puting beliung yang sangat kencang, yang merobohkan banyak rumah warga, begitu juga tiang tiang listrik di jalan lintas banyak yang tumbang.

Namun yang sangat kita sayangkan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, padahal mereka yang jadi korban ini sangat membutuhkan, mereka tidak memiliki tempat tinggal, dulu kita pinjam rumah Dinas pertanian yang ada di desa kami selama tiga bulan," ujar Suhardi.

Suhardi menambahkan, dulu mereka pernah mendapatkan bantuan itu pun dari calon bupati bukan dari pemerintah, bahkan dari pihak desa sudah tiga kali mengantarkan proposal untuk mereka, namun tak kunjung Keluar bantuannya," pungkas Suhardi.

Sementara Korban angin kencang yang meluluh lantakkan rumah warga desa Paya Plawi kecamatan Rantau Slamat pada (28/9), juga belum ada tanda tanda akan mendapatkan bantuan, Korban hanya baru menerima bantuan pakaian dan sembako.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]