Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Konpress Bersama Polri, BNN dan Menkeu terkait Tangkapan Sabu 1 Ton di Kapal Laut Wanderlust
2017-07-20 15:53:20

Tampak Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Tim BNN Brigjen Arman Depari serta Kapolda Metro Jaya saat konferensi pers bersama di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kapal 'Wanderlust' jadi target operasi (TO) di 4 negara Taiwan, Malaysia, Singapura dan Indonesia. Pihak Polri dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan patrol laut, menemukan titik koordinat 01"21'26" N dan 104'42'12" E kapal Wanderlust, kapal yang membawa sabu 1 ton di daerah Anyer, Serang, Banten.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, saat Konferensi Press (press release) bersama 3 instansi terkait Polri, BNN dan Menkeu dengan barang bukti sabu 1 ton sindikat Taiwan menggunakan jalur laut.

"Sabu 1 ton ini adalah jumlah terbesar yang pernah kami sita selama ini dalam penanganan kasus narkoba. Dulu memang pernah ada di Polda Metro Jaya juga hampir 900 kg lebih, pernah juga di BNN ada 800 kilogram, pernah juga dua tahun lalu di Polda Metro Jaya 600 kilogram, tapi ini yang terbesar 1 ton," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7).

Kasus ini terungkap setelah pihak Polda Metro Jaya menerima informasi adanya pengiriman narkoba dalam jumlah besar dari kepolisan Taiwan. 4 pelaku penerima 1 ton sabu ditangkap tim Satgasus Merah Putih di dermaga di Anyer pada Kamis, 13 Juli 2017 lalu.

"Ada 4 warga negara Taiwan yang ditangkap di Anyer, satu orang yang melakukan perlawanan tewas ditembak," ujar Tito.

Ketika kapal Wanderlust berbendara Sierra Leone yang mengangkut sabu sebanyak 1 ton, saat ditangkap di dalamnya ada sebanyak 5 ABK berkewarganegaraan Taiwan. Kapal ditangkap di sekitar perairan Tanjung Berakit, Indonesia.

Sementara itu, Sri Mulyani mengapresiasi kinerja Polri. Kami bisa bersama-sama mencegah masuknya barang-barang berbahaya terutama narkotika di Indonesia.

Sri Mulyani mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas mencurigakan.

"Kalau nelayan kita memang mengetahui dan melihat adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, untuk bisa menyampaikan kepada aparat yang berwajib. Apakah itu Bea Cukai, BNN, maupun Polri dan TNI," imbuhya.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Arman Depari menambahkan kerjasama internasional terutama informasi yang disampaikan kepolisian Taiwan kepada Polri sangat berharga. Alur narkoba sekarang sudah bergeser, jalur dari sungai Mekong ke Myanmar, Laos dan Thailand. Karena Filiphina memberi tindakan tegas terhadap bandar narkoba, maka bandar narkoba mencari pasar baru ke Indonesia. "Kita akan hancurkan sindikat ini dengan kekuatan yg kita miliki dan senjata," tegasnya.(bh/as)


 
Berita Terkait Narkoba
 
Nasib akhir AKP Deky Jonatan bekingi bandar narkoba besar demi naik jabatan, dipecat dari polisi
 
BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan
 
2 Pekan Tim Hyena Polresta Samarinda Menangkap 10 Tersangka dengan 2,5 Kg Sabu
 
Nelayan Batam Minta Ganti Rugi Sebesar Rp 686,7 Miliar kepada Pemilik dan Nahkoda Kapal MT Arman 114 atas Perkara Pencemaran Laut
 
5 Oknum Anggota Polri Ditangkap di Depok, Diduga Konsumsi Sabu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]