Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Myanmar
Konflik di Myanmar: 5 Masjid Dibakar dan 30 Tewas
Sunday 24 Mar 2013 01:45:35

Seorang saat berdiri di depan masjid yang dibakar di Meikhtila.(Foto: Ist)
MYANMAR, Berita HUKUM - Hari Jum’at malam, dilaporkan lima masjid terbakar dan dilaporkan 30 orang meninggal selama kekerasan yang kaum Muslim dan umat Budha di Myanmar (atau juga sering disebut Burma) yang berlangsung sejak hari Rabu. Namun sampai saat ini belum ada kepastian secara resmi mengenai jumlah orang tewas.

Akibat musibah ini, pemerintah setempat memberlakukan jam malam pada hari kedua.

Meski kekerasan sudah mulai reda pada hari Jumat pagi (22/03) tetapi kota Meikhtila tetap tegang dan berbahaya. Demikian kata Win Htein, seorang anggota parlemen Burma dari partai oposisi Liga Demokrasi Nasional.

"Rumah-rumah warga Muslim yang dibakar terus terbakar tetapi penduduk kaum Budha yang marah dan biarawan menghambat pihak berwenang memadamkan kebakaran," jelas Win Htein dikutip Voice of America (VOA).

Kekerasan tersebut diawali oleh pertengkaran antara seorang Muslim pemilik toko emas dan pelanggannya seorang pemeluk Budha. Seorang biksu termasuk diantara para korban yang pertama tewas, mengakibatkan meningkatnya ketegangan dan memicu kemarahan massa Budha di daerah penduduk Muslim.

Menurut Win Htein, Meikhtila adalah kira-kira 550 kilometer sebelah utara kota besar Yangon yang berpenduduk kira-kira 100 ribu orang, dan sepertiga penduduknya Muslim. Sebelum kekerasan pekan ini, masyarakat Muslim di wilayah tersebut memiliki sekitar 17 masjid.

Sulit menentukan besarnya kerusakan di kota itu, karena penduduk terlalu takut keluar ke jalan-jalan dan berlindung di biara-biara atau tempat lain yang jauh dari kekerasan.

“Kami tidak merasa aman dan kami sekarang telah pindah ke dalam biara-biara,” kata Sein Shwe, seorang pemilik toko. “Keadaan tidak dapat diperkirakan dan berbahaya.”

Banyak penduduk beragama Islam dilaporkan telah melarikan diri dan mencari perlindungan di sebuah lapangan olahraga. Muncul laporan juga bahwa wartawan yang bekerja di kota Meiktika diancam.

"Ketika saya melompat dari mobil, sekelompok orang mulai menyerang saya. Mereka memukul saya dengan pedang dan pisau," kata seorang pengungsi Muslim yang kini berlindung di stadion.

Semenjak berlangsungnya peristiwa ini, Kota Meiktila dilaporkan tertutup untuk umum bahkan wartawan tidak diperbolehkan masuk. Kantor presiden Thein Sein mengatakan pengumuman keadaan darurat ini akan membuka jalan bagi militer untuk mengembalikan kestabilan di kota yang terletak 130 kilometer di sebelah utara dari ibu kota Naypyidaw.

Namun beberapa video yang muncul di jejaring media social, sebagaimana dikutip ABC, Australia, menunjukkan gedung-gedung yang terbakar, dan beberapa saksi mengatakan adanya jenazah-jenazah manusia bertebaran di jalan-jalan.

Sejak konflik terjadi di wilayah Rakhine tahun lalu, lebih dari 110 kaum Muslim Rohingya telah meninggal dan 120.000 orang telah kehilangan tempat tinggal. Mereka juga melarikan diri dengan kapal-kapal, banyak di antaranya menuju Malaysia, Bangladesh bahkan Indonesia. Yang memilikukan, keberadaan mereka yang butuh penampungan dan tempat tinggal layaknya manusia justru ditolak di mana-mana, termasuk di Indonesia.(voa/bhc/sya)


 
Berita Terkait Myanmar
 
BKSAP Mengutuk Keras Eksekusi Junta Myanmar atas Aktivis Demokrasi
 
Pengadilan Myanmar Jatuhkan Vonis 4 Tahun Penjara Bagi Aung San Suu Kyi
 
BKSAP DPR Dorong Upaya Penyelesaian Konflik di Myanmar
 
Uni Eropa dan Inggris Jatuhkan Sanksi Baru untuk Pejabat Militer Myanmar
 
ASEAN Harus Punya Visi Baru Akhiri Aksi Brutal di Myanmar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]