Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Kelangkaan BBM
Komisi VII Heran Masyarakat Kalimantan Enggan Beli BBM Non Subsidi
Wednesday 23 May 2012 20:55:25

RDP Komisi VII Tentang Kelangkaan BBM Kalimantan dengan BP Migas, Pertamina,
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Kelangkahan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kalimantan yang belangsung selama berbulan-bulan. Mendapat perhatian serius dari Komisi VII DPR.

Pasalnya, Anggota Komisi VII DPR Heriyanto, tidak habis pikir atas ungkapan pengusaha SPBU di Kalimantan yang mengatakan masyarakat di sana antre berjam-jam sejauh 2 Km untuk beli BBM subsidi, sementara stok BBM non subsidi banyak.

Terlebih, masyarakat lebih memilih bensin enceran yang dijual Rp 15.000 - Rp 20.000 per liter.

"Berarti Kalimantan sulit mendapatkan tambahan jatah BBM subsidi, karena terbukti masih tersedia pasokan BBM non subsidi di wilayah tersebut," katanya saat Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR RI, Rabu (23/5).

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Wirausaha Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan, Anddy Chairudin mengatakan, masyarakat di Kalimantan tidak mau membeli BBM non subsidi walaupun barangnya ada. "BBM non Subsidi ada di SPBU, BBM subsidinya habis, tetapi masyarakat rela antre berjam-jam buat beli BBM subsidi," ucapnya.

Lebih lanjut, Addy berpendapat, keberadaan SPBU di Kalimantan sudah mencukupi. Dan penambahan SPBU non subsidi tidaklah dibutuhkan. "Di Kalimantan Selatan saja ada 15 SPBU yang jual BBM non subsidi dan selalu ada, walaupun BBM subsidi sudah habis dan ada antrian berjam-jam," ujar Addy.

Untuk itu Addy berharap, adanya penambahan quota. Dimana dari 7 persen menjadi 10 persen. "Itupun opsi paling minimal," imbuhnya.

Rekomendasi.

Komisi VII pun merekomendasi, PT Pertamina meningkatkan ketersediaan SPBU yang menyediakan BBM Non PSO di wilayah Kalimantan.

Lalu BPH Migas melakukan pengaturan dan pengendalian BBM Bersubsidi tahun 2012 secara lebih instensif untuk wilayah Kalimantan bersama dengan Pemerintah daerah agar tepat sasaran.(bhc/biz)


 
Berita Terkait Kelangkaan BBM
 
• Komisi VII Heran Masyarakat Kalimantan Enggan Beli BBM Non Subsidi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]