Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Mudik
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
2019-05-24 10:05:58

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
PALEMBANG, Berita HUKUM - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau kesiapan pemerintah, khususnya pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Sumatera Selatan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan pada arus mudik Lebaran mendatang. Anggota Komisi V DPR RI Rendy M. Affandy Lamadjido berharap, masalah kemacetan tidak lagi terjadi pada arus mudik Lebaran tahun ini.

"Kemacetan ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah, khususnya Pemda. Kami harap, masyarakat tidak lagi harus menunggu lama dalam kemacetan, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya," ujar Rendy saat meninjau Jalan Tol Palembang-Indralaya bersama Tim Kunspek Komisi V DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/5).

Politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, Pulau Sumatera adalah salah satu wilayah dengan jumlah kunjungan para pemudik yang paling banyak. Rendy mengungkapkan, jumlah kendaraan roda empat dan roda dua setiap tahunnya yang menuju ke Pulau Sumatera selalu meningkat.

"Sehingga, Tol Palembang-Indralaya sebagai bagian dari Tol Lintas Pulau Sumatera terus menerus kita pantau. Saya harap, dengan terbukanya tol yang baru ini bisa meminimalisir terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan," tutur Rendy.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tengah ini juga mengimbau Pemerintah untuk melakukan traffic management secara bagus pada arus mudik Lebaran mendatang, yaitu dengan melakukan pendekatan persuasif terhadap pengemudi.

"Traffic management harus dilakukan pemerintah secara bagus. Melalui pendekatan persuasif kepada pengemudi untuk tidak bergerombol dalam satu lintasan jalan. Dengan demikian, saya berharap kemacetan arus mudik Lebaran ini turun dibandingkan tahun lalu," pungkas Rendy.(pun/sf/DPR/bh/sya)




 
Berita Terkait Mudik
 
• Mudik Lebaran 2024, Korlantas: 429 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan
 
• Gelar Rakor Lintas K/L, Polri Pastikan Mudik-Balik Lebaran 2024 Berjalan Aman dan Nyaman
 
• Kemenhub Diingatkan Agar Mudik Lebaran 2023 Harus Lebih Lancar dan Terkendali
 
• Buka Rakernis Korlantas, Kapolri: Wujudkan Mudik 2023 Aman hingga Tingkatkan Pelayanan Publik
 
• Kapolri Lepas 11.300 Peserta Mudik Gratis Polri 2022 Tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah-DIY dan Jawa Timur
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]