Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Infrastruktur
Komisi V DPR Dukung Pembangunan Infrastruktur Sulawesi
Wednesday 22 May 2013 00:21:37

Wakil Ketua Komisi V DPR, Muhidin M. Said.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi V DPR mendukung penuh rencana pembangunan infrastruktur di Pulau Sulawesi. "Untuk membangun Indonesia tidak bisa tidak harus membangun konektivitas di Pulau Sulawesi,"ujar Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M. Said saat menerima Gubernur se-Sulawesi yang tergabung dalam Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), di Gedung Nusantara, Selasa, (21/5).

Menurut Muhidin, Komisi V DPR mengharapkan rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Sulawesi dapat segera terwujud. "Memang ada masukan rencana bantuan Cina namun karena anggaran APBN kita cukup maka bisa dimasukkan anggarannya dan kita sepakat dana Bina Marga cukup besar untuk pembangunan di Sulawesi,"paparnya.

Muhidin mengatakan, kendala utama dari pembangunan infrastruktur yaitu persoalan pembebasan lahan. artinya jika tidak tuntas soal lahan tentu dapat menghambat pencairan anggarannya.

Sementara Gandung Pardiman (F-PG) mengatakan, Sulawesi merupakan salah satu koridor MP3EI keempat, dibidang pertanian,perikanan, petambangan karena itu kita harapkan seluruh pembangunan infrastruktur di daerah tersebut dapat terealisasi.

"Ini kita harapkan dapat menjadi percontohan untuk Pulau lainnya, misalnya saja di Pulau Kalimantan kita temui kerap para pemangku kebijakan sering berebut lahan, dan kepentingan di wilayahnya, jadi nanti kita harapkan dapat diundang dan duduk bersama di Komisi V DPR,"ujarnya.

Michael Wattimena (Fraksi Partai Demokrat) menyatakan, dirinya mendukung penuh renecana program di Daerah Sulawesi. "Karena melalui pembangunan di Sulawesi dapat menunjang ketahanan pangan di seluruh Indonesia. yang menjadi perhatian serius yaitu soal pembangunan waduk,"ujarnya.

Menurutnya, Sulawesi merupakan pulau masa depan dan memiliki potensi alam atau energi yang belum digarap dengan serius. "pembangunan jembatan harus menjadi prioritas dalam pembahasan kita, serta Pengadaan rel kereta api di daerah Sulawesi, jika kondisi geografis sulawesi memungkinkan dibangun,"paparnya.(si/dpr/bhc/rby)


 
Berita Terkait Infrastruktur
 
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Indef: Pembangunan Infrastruktur Salah Perencanaan dan Wariskan Utang Rp 20,5 Juta Per Penduduk RI
 
Kunjungan Jokowi ke Riau, Syahrul Aidi Minta Bukan Jalan Tol Saja Dibangun, Tapi Juga Jalan Umum
 
Anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amalia Saat Reses di Kutai Timur
 
Periode Kedua, Presiden Harus Selektif Belanja Infrastruktur
 
Bitung Siap Menuju Kota Infrastruktur Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]