Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Bengkulu
Komisi IV Tinjau Program KBR di Bengkulu Tengah
2019-02-08 11:05:28

Tim Kunspek Komisi IV DPR RI dipimpin Anggota Komisi IV DPR RI Susi Marleny Bachsin secara simbolis menyerahkan bibit tanaman kepada Kelompok Tani KBR, Desa Surau.(Foto: Istimewa)
BENGKULU, Berita HUKUM - Tim kunjungan spesifik Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Susi Syahdona Marleny Bachsin meninjau secara langsung pelaksanaan Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Tunas Harapan Binaan Balai Pengendalian DAS-HL Ketahun, Bengkulu Tengah (Benteng).

"Provinsi Bengkulu ini merupakan salah satu Provinsi yang ikut berpartisipasi dalam program Kebun Bibit Rakyat (KBR), kita datang kesini untuk melihat langsung pelaksanaannya," ungkap Dona saat memimpin tim kunspek Komisi IV DPR RI di Desa Surau, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu, Rabu (6/2).

Dona menyampaikan bahwa KBR merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bibit yang lebih baik berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu sasaran penggunaannya adalah penanaman pada hutan rakyat. "KBR dapat dijadikan salah satu sarana bagi pengembangan jenis kayu potensial hutan rakyat khususnya untuk peningkatan kualitas dan produktivitas hasil kayu rakyat," ungkap Dona.

Legislator fraksi Partai Gerindra itu juga melihat langsung manfaat program KBR, dimana telah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan tersebut. Selain itu, Ia juga menyerap aspirasi langsung dari masyarakat terkait kendala dalam pelaksanaan kegiatan program KBR.

"Apa yang disampaikan kelompok tani Bengkulu Tengah ini akan kita tindak lanjuti dan harapannya bisa direalisasikan Pemerintah. Apalagi target dari pelaksanaan Program KBR ini dalam rangka mendukung program penanaman di areal lahan sasaran Rehabilitasi Hutan dan Lahan di seluruh Indonesia, khususnya di Bengkulu," ujar Dona.

Sebagaimana diketahui bahwa Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010.

Kunspek Komisi IV DPR RI ke Bengkulu juga diikuti Anggota Komisi IV lainnya yakni Oo Sutisna dan Endro Hermono dari fraksi Partai Gerindra, Hermanto (F-PKS) serta Asep Ahmad Maoshul Affandy (F-PPP).(skr/es/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Bengkulu
 
Bertemu Gubernur Bengkulu, Fadel Muhammad Harap Bumi Rafflesia Jadi Poros Ekonomi Sumatera
 
Komisi IV Tinjau Program KBR di Bengkulu Tengah
 
Kejati Bengkulu Tetap Usut Kasus Korupsi RSU Yunus
 
Terkait Mesin Triplek, Kejati Bengkulu Periksa Sekkab
 
Pukul Pensiunan PNS, Korban Laporkan Pelaku ke Polres Bengkulu Utara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]