Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Komisi I DPR
Komisi I Desak KPI Komunikasikan P3 dan SPS kepada Stakeholder Penyiaran
Monday 08 Oct 2012 18:10:54

Ilustrasi, Rapat Komisi DPR.(Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi I DPR RI mendesak Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI-P) untuk mengkomunikasikan perubahan dan penundaan pada sejumlah pasal dalam Pedoman Penyelenggaraan Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Tahun 2012 kepada stakeholder penyiaran

Demikian salah satu kesimpulan RDP Komisi I dengan KPI Pusat, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan, Senin (8/10), di Gedung DPR.

Anggota DPR Meutya Viada Hafid (F-PG) menyampaikan aspresiasinya atas kinerja KPI-P. Penyempurnaan P3 dan SPS Tahun 2012 menurutnya merupakan pembatasan masuk akal, asalkan semangatnya jangan sampai ada niatan untuk mengkebiri atau membunuh kreativitas insan media. “Pembatasan itu perlu tapi ketika akan memberikan sanksi atau teguran jangan sampai membunuh semangat insan media,” tegasnya.

Meutya menginginkan KPI melakukan sosialisasi, sehingga tidak ada perbedaan pemahaman KPI-Pusat dengan KPI-Daerah terhadap P3SPS. Selain itu, dia menegaskan bahwa sanksi yang dimasukan dalam P3SPS diterapkan oleh KPI secara tegas.

Ketua KPI Pusat Mochamad Riyanto, dalam RDP tersebut menjelaskan proses pembahasan penyempurnaan P3SPS Tahun 2012, yang menghasilkan perubahan beberapa pasal dan penundaan implementasi. “Perubahan beberapa pasal yakni P3 Pasal 1 ayat (15), Pasal 14 ayat (2), 22 ayat (3), Pasal 38 dan SPS Pasal 1 ayat (17), Pasal 15 ayat (1), Pasal 54, Pasal 65, dan Pasal 67. Serta penundaan implementasi beberapa Pasal SPS yaitu Pasal 59 ayat (2) dan Pasal 63,” jelasnya.(as/dpr/bhc/opn)


 
Berita Terkait Komisi I DPR
 
• Komisi I Setuju Jual Kapal Eks KRI Teluk Mandar-514 dan KRI Teluk Penyu-513
 
• Revisi UU Adminduk Harus Disegerakan
 
• DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Polemik Impor Senjata
 
• Mahfudz Siddiq: Penyelesaian Masalah Papua dalam Tataran Kebijakan
 
• Komisi I Akan Bahas Ketentuan Iklan Kampanye
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]