Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Polri
Kombes Roma Hutajulu Mempunyai Peran Sentral Menjaga Keamanan Ring 1 Istana
2018-07-24 12:44:53

Kombes Roma Hutajulu sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kombes Roma Hutajulu sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat mempunyai peran sentral menjaga keamanan Ring 1 Istana Kepresidenan Republik Indonesia dan Kamtibmas di wilayah Jakarta Pusat.

Roma yang lahir di kepulauan Bangka Belitung kini berusia 46 tahun, tentu sudah paham betul bagaimana caranya mengelola kamtibmas agar warga Jakarta Pusat tidak risau lagi dengan ancaman kejahatan.

Beberapa program andalan Roma yang sangat dirasakan masyarakat Jakarta Pusat adalah Komat (Komunitas Anti Tawuran), Empat Protap, Polisi Pecinta Masjid hingga Polisi RW.

"Masyarakat harus bertanggungjawab akan keamanan wilayahnya, supaya semua merasa aman dan nyaman," ucap Roma, Selasa (24/7).

Dirinya mengeluarkan terobosan dengan melaunching empat prosedur tetap dalam pedoman pengamanan kepolisian baik untuk pagi, siang, sore dan malam.

Pertama adalah penyebaran personel untuk mengatur lalu lintas.

Prosedur yang kedua adalah kring atau tempat reserse dalam rangka antisipasi tiga cepu kejahatan jalanan seperti curat, curas dan ranmor.

''Bagaimana mereka mengelola kring reserse. Bertemu di satu titik rawan untuk melakukan upaya pencegahan, pengungkapan terkait terjadi curat, curas, dan curanmor," ujar Roma beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, dia juga menekankan adanya pertukaran informasi antara masyarakat dengan polisi baik soal kasus narkoba ataupun tawuran warga.

"Bukan hanya di Johar Baru. Saya buat semua terintegerasi dari fungsi intelejen dan Binmas. Kalau narkoba ya reserse narkoba Polres dan Polsek. Kalau cepu, tiga cepu reskrim dengan unit reskrim," jelasnya.

Bukan hanya soal keamanan, dirinya juga fokus membenahi arus lalu lintas agar warga nyaman selama berkendara. Beberapa titik rawam macet yakni Simpang Lima Senen, Perempatan Golden, Tanah Abang terutama daerah Thamrin City atau underpass Karet Bivak.

"Kami taruh personel, agar masyarakat aman dan nyaman," ungkapnya.

Dia juga memaksimalkan Polisi Pecinta Masjid maupun Polisi RW, sehingga mampu meminimalisir keadaan yang ada di masyarakat.

Bagi Roma, Kamtibmas adalah keharusan yang perlu diterapkan. Apalagi, saat ini akan menyambut Asian Games 2018.

"Kami total melakukan pengamanan Asian Games, demi menyukseskan event ini," ucap Roma.

Prestasi gemilang Roma lainnya adalah membangun Balai Wartawan bagi Jurnalis di wilayah Jakarta Pusat. Apa yang dilakukan Roma ini adalah bentuk penghargaan Polri bagi insan pers di Indonesia.

Yang paling prestisius, Balai Wartawan yang dibangun Roma ini dinilai paling elit diantara seluruh Balai Wartawan Pokja di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kami bangga dengan pak Roma. Beliau sangat luar biasa. Selain prestasinya gemilang, beliau juga sangat perhatian dengan insan pers di tanah air. Kami doakan agar beliau sukses dan lancar karirnya," kata Ketua Jurnalis Jakarta Pusat, Achmet Ferdiansyah.

Sementara itu, wartawan senior Jakarta Pusat Ibrahim Silaen menyebut Roma sebagai sosok yang sangat bersahabat baik dengan warga maupun media.

"Di era pak Roma. Jakarta Pusat aman," kata Silaen.

Beberapa jabatan penting pernah diembannya, yaitu Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Polri.

Lulusan Akpol 1995 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Seperti menjadi Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara (2010), Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jateng, Kapolres Purworejo (2013), Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2015) hingga Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Polri (2016).

Sukses selalu dan semoga bang Roma sekeluarga sehat, sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta Pusat dan bangsa Indonesia.(bh/as)


 
Berita Terkait Polri
 
Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
 
Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
 
Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
 
HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
 
Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]