Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Mesir
Koalisi Nasional Merilis Data Korban Jiwa 2.600 Orang di Mesir
Friday 16 Aug 2013 01:32:41

Tampak para korban Jiwa yang meninggal akibat kerusuhan di Mesir.(Foto: Ist)
KAIRO, Berita HUKUM - Koalisi Nasional Mesir yang merupakan pendukung Presiden sah terguling Muhammad Mursi menegaskan, bahwa jumlah korban pembantaian yang dilakukan pasukan keamanan dan militer Mesir saat menguasai lapangan Rabiah Adawiyah mencapai lebih dari 2.600 korban jiwa.

Masjid-masjid di sekitar kawasan berubah menjadi rumah sakit-rumah sakit lapangan.

Sementara itu, pasukan keamanan membakar Rumah sakit lapangan yang ada di lapangan Rabiah Adawiyah. Ada dugaan rencana militer untuk menyembunyikan jasad para korban untuk menutupi pembantaian yang dilakukan pasukan keamanan Mesir.

Di kutip dari stasiun TV Aljazeera, yang mengutip wawancara dari direktur rumah sakit lapangan, Dr. Yahya Makiyah, dia mengatakan bahwa pasukan militer dan kepolisian Mesir memblokade Rumah sakit lapangan di Rabiah Adawiyah dengan kawat berduri, kemudian menembakkan Meriam dan peluru gas air mata. Kemudian mereka menyerbu Rumah sakit dan mengeluarkan tim medis berserta korban luka, seraya membiarkan jasad korban yang gugur di dalam Rumah sakit lapangan tersebut.

Yahya memperingatkan akan adanya pemusnahan massal dan pembakaran jasad korban, kemudian dibawa ke Rumah sakit sebagai upaya untuk menyembunyikan kejahatannya.

Anggota Koalisi Nasional, Yusuf Tal’at mengatakan, "Rumah sakit lapangan di Rabiah Adawiyah dibakar termasuk jasad korban yang ada di dalamnya. Dia menyatakan ada sejumlah korban luka,anak-anak dan kaum wanita. Tujuan dari pembakaran ini adalah untuk menyembunyikan jejak kejahatan pasukan keamanan".

Tal’at mengatakan, kerumunan besar manusia yang ada di Rabiah Adawiyah berpindah ke jalan-jalan namun tidak meninggalkan kawasan. Masjid-masjid di sekitar Rabiah Adawiyah berubah menjadi rumah sakit-rumah sakit lapangan.

Dia mengatakan, lebih dari 2.600 orang gugur sesuai data hingga Rabu (14/8) siang, kemarin.

Selama ini Rumah sakit lapangan di Rabiah Adawiyah memberikan pelayanan seadanya untuk para korban luka, dan belakangan mengalami kekurangan. Sampai sebelum terjadinya penyerbuan pasukan keamanan, Rumah sakit lapangan di Rabiah Adawiyah menjadi sumber informasi utama bagi para awak media untuk mengetahui jumlah korban luka dan meninggal di kalangan para pendukung kembalinya Presiden sah Muhammad Mursi ke kursi kepresidenan. Paska kerusuhan kemarin Kota Kairo seperti kota mati.(ipt/bhc/put)


 
Berita Terkait Mesir
 
• Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun
 
• Terusan Suez Sudah Bisa Dilewati, Mesir Buka Penyelidikan terhadap Kapal Kontainer yang Kandas
 
• Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional
 
• Ustadz Hanan Attaki, Lc tentang Muhammad Mursi
 
• Total 44 Tewas, 2 Gereja Dibom, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]