Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Cina
Kivlan Zein: Tiongkok Sudah Berani Deklarasi Pengaruhnya di Indonesia
2016-11-29 15:29:19

Ilustrasi. Tampak Bendera negara Republik Rakyat China (RRC) Berhasil Diturunkan TNI AL di pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein angkat bicara soal pengibaran bendera Republik Rakyat Tiongkok (RRT) saat groundbreaking smelter PT Wanatiara Persada, yang terletak di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (25/11) pekan lalu.

Ia menduga hal tersebut merupakan ulah antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurutnya pengibaran bendera tersebut merupakan deklarasi Tiongkok di Indonesia.

"Jadi ini banyak yang bermain bisa saja PKI yang berada di dalam negeri. Tiongkok itu sudah berani mendeklarasikan pengaruhnya di Indonesia," kata Kivlan di PB HMI, Jakarta, Senin (28/11).

Ia menuntut agar aparat TNI tak hanya sekedar memberi peringatan.

TNI harus menangkap pihak-pihak yang diduga kuat memberi arahan dan protokoler untuk mengibarkan bendera saat peresmian smelter PT Wanatiara itu.

"TNI seharusnya bersikap tegas. Tiongkok sudah melecehkan kedaulatan bangsa, para petinggi perusahaan itu harus ditangkap untuk dimintai keterangan. Ini bukan pertama kalinya Tiongkok berlaku seperti itu, di Natuna mereka bebas mencuri ikan kita," tambahnya.

Seperti diketahui, bendera Tiongkok dikibarkan dengan ukuran besar lebih besar dibanding Merah Putih, saat groundbreaking proyek PT Wanatiara yang terletak di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Sempat terjadi adu mulut saat anggota TNI hendak menurunkannya.(mg5/JPNN/bh/sya)


 
Berita Terkait Cina
 
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
 
Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
 
Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
 
Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
 
Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]