Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
2020-05-02 13:16:18

Pemimpin Korea Utara itu memotong pita di sebuah acara di pabrik itu, di sebuah wilayah di utara Pyongyang, dan sekelompok orang yang menghadiri acara itu "bersorak-sorai 'hore!'.(Foto: REUTERS)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Kim Jong-un telah muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam 20 hari, ungkap media pemerintah Korea Utara.

Kantor berita KCNA melaporkan pemimpin Korea Utara itu memotong pita saat acara pembukaan sebuah pabrik pupuk.

Dilaporkan bahwa sekelompok orang di pabrik itu "bersorak hore" ketika dia muncul pada hari Jumat (1/5) kemarin.

Adanya laporan kemunculan pemimpin Korut ini - pertama kali sejak dia dikutip oleh media pemerintah pada 12 April lalu- beredar di tengah spekulasi yang beredar luas perihal kesehatannya.

Laporan terbaru dari media Korea Utara ini tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Media pemerintah kemudian merilis foto yang dikatakan memperlihatkan Kim sedang memotong pita di pelataran luar sebuah pabrik.

Dimintai komentar tentang laporan kemunculan Kim, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum mau berkomentar.

Apa yang dilaporankan media pemerintah Korut?

Menurut Korean Central News Agency (KCNA), Kim didampingi oleh sejumlah pejabat senior Korea Utara, termasuk saudara perempuannya, Kim Yo Jong.

Pemimpin Korea Utara itu memotong pita di sebuah acara di pabrik itu, di sebuah wilayah di utara Pyongyang, dan sekelompok orang yang menghadiri acara itu "bersorak-sorai 'hore!' bagi Pemimpin Tertinggi yang memimpin pawai rakyat mencapai tujuan besar kemakmuran", lapor KCNA.

Kim mengatakan dia merasa puas dengan sistem produksi pabrik, dan memujinya karena berkontribusi pada kemajuan industri kimia dan produksi pangan negara itu, demikian dikutip kantor berita negara tersebut.

Apa faktor yang memulai spekulasi perihal kesehatannya?

Spekulasi tentang kesehatan Kim diawali setelah dia tidak terlihat dalam perayaan ulang tahun kelahiran kakeknya, pendiri negara, Kim Il Sung pada 15 April lalu.

Perayaan itu merupakan salah-satu acara terbesar dalam kalender resmi Korea Utara, dan Kim biasanya menandainya dengan mengunjungi makam kakeknya. Kim sebelumnya tidak pernah melewatkan acara ini.

Klaim tentang kesehatan Kim yang memburuk kemudian muncul dalam sebuah laporan di situs online yang dikelola para pembelot Korea Utara.

Sebuah sumber anonim mengatakan kepada Daily NK bahwa mereka mengetahui bahwa dia tengah berjuang dengan masalah kardiovaskular - penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah - sejak Agustus lalu, "tetapi memburuk setelah beberapa kali kunjungannya ke Gunung Paektu".














 


Siapa Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un?

Inilah yang kemudian dilaporkan oleh media internasional yang diangkat dari kisah yang berdasarkan satu sumber.

Kantor-kantor berita lantas mulai menindaklanjuti klaim seperti itu, dan hanya informasi seperti itulah yang mereka miliki hingga beberapa laporan muncul bahwa agen-agen intelijen di Korea Selatan dan AS sedang memantau klaim tersebut.

Namun kemudian muncul berita utama yang lebih sensasional di media Amerika Serikat (AS) bahwa pemimpin Korea Utara itu dalam kondisi kritis setelah operasi jantung.

Celebration of Kim Il-sung's birth anniversary on 15 AprilHak atas fotoAFP
Image captionSpekulasi tentang kesehatan Kim diawali setelah dia tidak terlihat dalam perayaan ulang tahun kelahiran kakeknya, pendiri negara, Kim Il Sung pada 15 April lalu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, agaknya melontarkan isu itu pada 29 April, dengan mengatakan para pejabat AS "belum melihat" Kim dalam waktu dekat.

Namun, pernyataan dari pemerintah Korea Selatan, dan sumber-sumber intelijen China - yang diwawancarai kantor berita Reuters - mengatakan hal itu tidak benar.

Apakah Kim Jong-un pernah menghilang sebelumnya?

Iya. Kim menghilang selama 40 hari pada September 2014, setelah menghadiri sebuah konser. Dia muncul kembali pada pertengahan Oktober, menggunakan tongkat.

Media pemerintah Korut saat itu tidak pernah menjelaskan di mana dia berada. Tetapi badan intelijen Korea Selatan mengatakan dia mungkin menjalani operasi di pergelangan kaki kirinya akibat terbelit masalah kista.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]