Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Libya
Khamis, Anak Bungsu Moammar Khadafi Dilaporkan Tewas
Monday 22 Oct 2012 22:15:42

Putra bungsu Moammar Khadafi, Khamis (Foto: Ist)
TRIPOLI, Berita HUKUM - Sudah setahun Muammar Khadafi tewas, namun negerinya masih bergolak. Putra bungsu Moammar Khadafi, Khamis, dilaporkan telah tewas dalam pengepungan di Bani Walid.

Informasi ini dilansir oleh Kongres Nasional Libya. Jenazah Khamis kini telah dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Misrata.

Seorang juru bicara dari Kongres Nasional Libya mengatakan bahwa, pria 28 tahun tewas "dalam pertempuran". Sementara Deputi PM Mustafa Abushagur menulis di Twitter bahwa, jenazah Khamis telah ditemukan di sebuah rumah sakit Misrata.

Sebelumnya, laporan yang saling bertentangan di Twitter mengatakan bahwa Khamis ditangkap di Bani Walid oleh pasukan pemerintah dan kemudian meninggal dalam tahanan mereka. Demikian seperti yang diberitakan RT.com, pada Minggu (21/10).

Khamis dikatakan tewas oleh serangan udara NATO pada Agustus 2011, tapi ini tidak pernah bisa diverifikasi. Selama tahun lalu berbagai kelompok milisi dan pasukan pemerintah saling mengklaim telah menewaskan Khamis.

Sementara itu, Moussa Ibrahim, mantan juru bicara Muammar Khadafi, dilaporkan memposting pesan audio online, dia menyangkal laporan tentang kematian Khamis dan penangkapannya oleh pasukan pemerintah.

Bantahan ini terkait dengan pernyataan kantor Perdana Menteri Libya yang menyebut "Moussa Ibrahim telah ditangkap oleh pasukan pemerintah Libya di Tarhouna dan dia sedang dipindahkan ke Tripoli untuk memulai interogasi."

Kekerasan di Bani Walid telah berlangsung lebih dari dua minggu. Mohammed Megaryef, kepala negara de facto Libya mengatakan bahwa perjuangan belum berakhir.(rt/bhc/rby)


 
Berita Terkait Libya
 
Libya Hadapi Fase Kritis Setelah Berakhirnya Perang Saudara
 
Aliansi Milisi Ambil Alih Bandara Tripol
 
Bentrok di Benghazi, Libia, 38 Tewas
 
Konflik Serius Terjadi di Parlemen Libia
 
PM Libia Turun Karena Serangan Milisi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]