Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Ketum PD SBY: Rakyat Menginginkan Keadilan
2018-12-17 01:07:40

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono disambut meriah saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Pekanbaru, Sabtu (15/12) malam.(Foto: DPP-PD)
PEKANBARU, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Demokrat (Ketum PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Pekanbaru, Sabtu (15/12) malam. Kedatangan SBY di ponpes yang berdiri dalam kompleks seluas +/- 10 Ha ini disambut meriah oleh santriwan dan santriwati dengan iringan rebana dan sholawat nabi.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Ponpes Babussalam, Syekh Haji Ismail Royan mengucapkan terimakasih dan berharap kedatangan SBY membawa keberkahan. Beliau juga mengungkapkan kegundahannya melihat kondisi bangsa hari ini.

"Kondisi bangsa kita selalu berubah seiring bergantinya kepemimpinan, tapi kami masih mengingat betapa damainya kondisi bangsa ini sewaktu bapak memimpin," ungkapnya.

"Kita juga marah melihat perusakan (atribut PD) yang terjadi di Pekanbaru pagi tadi, jangan sedih bapak (SBY), ibu (Ani), hati kami tetap bersama bapak ibu," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, SBY mengatakan setiap bangsa manapun pasti memiliki tantangan. Oleh sebab itu, pemimpin hendaknya harus mempunyai visi yang jelas agar masyarakat sejahtera dan damai.

"Saya berpendapat, apa yg diinginkan rakyat Indonesia hari ini yaitu negaranya makin adil, rakyatnya makin sejahtera," kata SBY.

Menurut SBY, untuk memenuhi rasa keadilan pemerintah harus bisa memastikan hasil pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan. Selain itu, SBY mengungkapkan keadilan juga bisa dilihat dari aspek kebebasan berpendapat.

"Pemimpin itu dipilih oleh rakyat. Jadi kalau ada penangkapan, pencidukan, dan kriminalisasi atas hak berbicara dan berpendapat, maka pemerintah tidak memberikan rasa keadilan," kata SBY.

Turut hadir juga dalam silaturahmi tersebut mantan Gubernur Riau Saleh Djasit serta alim ulama dari beberapa daerah dan kota di provinsi Riau.(Rilis/dik/demokrat/bh/sya)


 
Berita Terkait Partai Demokrat
 
• Mahkamah Agung RI Kabulkan PK Moeldoko Soal DPP Partai Demokrat, Sudah Tergister
 
• Pernyataan SBY dan AHY Dipolisikan, Herman Khaeron: Si Pelapor Hanya Cari Panggung
 
• Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi
 
• Alasan Partai Demokrat Kabupaten Klaten Desak Anggota DPRD HS Mundur
 
• Sambut Rakernas PKS, AHY: Temanya Sejalan dengan Semangat Partai Demokrat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]