Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Muhammadiyah
Ketum: Muhammadiyah Akan Terus Berjihad Konstitusi
Monday 25 May 2015 22:10:47

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin saat di seminar dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar, Universitas Muhammadiyah Surabaya.(Foto: Istimewa)
SURABAYA, Berita HUKUM - Universitas Muhammadiyah Surabaya gelar seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah ke 47 dengan mengusung tema rekontruksi paradigma pelayanan sosial Muhammadiyah, Minggu (17/5) lalu.

Kegiatan seminar tersebut sekaligus dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Serangkaian PraMuktamar Muhammadiyah ke 47 bedah buku juga di gelar dengan tema Membaca Muhammadiyah yang dilaksanakan pada, Senin (18/5).

Sementara itu dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini, Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan saat seminar salah satu topik yang akan menjadi pembahasan adalah jihad konstitusi yang selama ini telah dilakukan Muhammadiyah selama ini yakni menolak menyerahkan harga bahan bakar minyak (BBM) ke dalam mekanisme pasar bebas.

“Kebijakan pemerintah dengan menaikan mengacu pada fluktuasi harga minyak dunia menurut kami itu bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini bahwa harga bahan bakar minyak tidak boleh disesuaikan dengan harga minyak dunia.

“Maka kami berharap dan meminta perhatikan keputusan itu, karena ini prinsip konstitusi dan sebenarnya kami sudah melayangkan surat kepada Mahkamah Konstitusi untuk meminta penjelasan tinggal saja pemerintah tidak menyadari adanya keputusan itu atau akan mengabaikan keputusan konstitusi karena mengabaikan keputusan tersebut akan menyebabkan masyarakat dibawah susah,” ujarnya.

Hal tersebut dikarenakan adanya upaya pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menyerahkan harga bahan bakar minyak ke dalam mekanisme pasar bebas. Dengan di batalkannya pasal UU Migas, maka secara praktis aturan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

“Jika ada upaya pemerintah sudah tidak lagi mengindahkan keputusan MK maka secara tegas kita menolak menyerahkan harga bahan bakar minyak ke dalam mekanisme pasar bebas,” tukas Ketum PP Muhammadiyah dua periode ini.(dzar/muhammadiyah/bh/sya)


 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
• Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
 
• Kalender Hijriah Global Tunggal: Lompatan Ijtihad Muhammadiyah
 
• Jusuf Kalla Sebut Pikiran Moderat Haedar Nashir Diperlukan Indonesia
 
• Tiga Hal yang Perlu Dipegang Penggerak Persyarikatan Setelah Muhammadiyah Berumur 111 Tahun
 
• 106 Tahun Muhammadiyah Berdiri Tegak Tidak Berpolitik Praktis, Berpegang pada Khittah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]