Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
MPR RI
Ketua MPR Ingatkan Generasi Muda Soal Keadilan
2017-03-01 07:16:53

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Selasa (28/2) memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada ratusan pengurus dan anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam acara Pembukaan Konsolidasi Nasional Kaderisasi KAMMI 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan membawakan materi soal Pancasila sebagai dasar hukum dan ideologi bangsa Indonesia dengan menitikberatkan kepada permasalahan keadilan.

Tantangan bangsa ini sangat berat terutama soal keadilan bersama. Indonesia sudah lama merdeka lebih dari 70 tahun, banyak sudah kemajuan yang yang diraih rakyat Indonesia. Tapi, di sisi lain.masih juga banyak rakyat Indonesia yang sangat susah sekali dan belum tersentuh keadilan.

"Fakta bahwa ketimpangan besar antara yang kaya dan yang miskin masih sangat terasa. Banyak sekali rakyat Indonesia yang tidak memiliki tanah tapi di sisi lain ada segelintir si kaya yang memiliki tanah yang sangat luas inilah tantangan bangsa yakni pemerataan keadilan," katanya.

Diutarakan Zulkifli Hasan, mesti ada keseimbangan di lingkungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa ini bahkan rakyat kebanyakan tidak membenci si kaya, tapi harus ada keseimbangan dengan memberikan keadilan kepada rakyat. Generasi nuda Islam harus memahami ini sehingga bisa berperan aktif dalam upaya penciptaan keadilan saat ini dan di masa depan.

"Keadilan juga bukan dalam bidang perekonomian tapi juga keadilan pandangan dan perlakuan. Semua harus berlaku adil satu sama lain saling menghormati perbedaan. Beda agama, beda suku, beda keyakinan, beda pilihan adalah keniscayaan dan memang bagian dari bangsa dan negara kita serta pelaksanaan demokrasi di negara kita," ujarnya.

Zulkifli juga mengingatkan seputar soal mayoritas minoritas. Di setiap negara pasti ada mayoritas dan minoritas baik dalam agama, suku dan ras. Yang harus diperhatikan adalah, mayoritas tidak boleh sewenang-wenang. Mayoritas harus melindungi minoritas dan sebaliknya jika mayoritas tidak boleh sewenang-wenang apalagi yang minoritas. Intinya semua harus ada keseimbangan dan saling menghormati juga menghargai.(mpr/bh/sya)


 
Berita Terkait MPR RI
 
Pimpinan MPR RI Segera Berkirim Surat Kepada DPD RI Terkait Pergantian Fadel Muhammad
 
Ketua MPR RI Bamsoet Dukung BI Terbitkan Rupiah Digital
 
Pemotongan Anggaran MPR,Terkesan Upaya Systematis Mendegradasi Peran MPR Sebagai Lembaga Tinggi Negara
 
Ahmad Basarah: Tidak Ada Kesepakatan Pimpinan MPR Minta Sri Mulyani Dipecat
 
Bamsoet PPHN Tampung Seluruh Aspirasi Rakyat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]