Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Banjir
Kerugian Akibat Banjir Jakarta Diprediksi Capai Rp 20 Triliun
Wednesday 23 Jan 2013 09:32:22

Ilustrasi, Para warga saat berada di genangan banjir di Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Kamis (17/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di ibu kota tak hanya merusak bangunan infrastruktur saja. Bahkan, banjir yang menerjang hingga pusat kota itu juga sempat melumpuhkan aktivitas warga. Diprediksi, jumlah kerugian akibat banjir beberapa waktu lalu itu mencapai Rp 20 triliun. Jumlah kerugian dihitung dari berbagai aspek, salah satunya efek jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat (KBB) di Jl Latuharhary.

"Kerugian satu kali banjir saja diprediksi Rp 15 trilliun. Tapi yang ini kata tim saya hampir Rp 20 trilliun. Ini sekali kejadian, kalau ditumpuk-tumpuk banjirnya jadi berapa?," ujar Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota DKI, Selasa (22/1).

Dengan jumlah kerugian yang cukup besar itu, pihaknya, kata Jokowi akan berupaya mengurangi titik banjir yang ada di Jakarta. Salah satunya dengan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyedot endapan yang ada di saluran air. "Saya ingin tiru seperti yang di Singapura dan negara-negara lainnya, pakai disedot dan bisa bantu pembersihan sungai," katanya.

Selain itu, dirinya akan memperbanyak sumur resapan agar saat hujan tiba, tidak semua air terbuang ke laut lewat saluran melainkan terserap melalui sumur resapan. Sumur resapan juga bisa membantu revitalisasi air tanah. Sehingga saat musim panas, Jakarta diharapkan tidak mengalami kekeringan.

Jurus lainnya, tambah Jokowi, dengan memasang dua pompa tambahan di Jakarta Utara yakni di kawasan Marina, Ancol dan Muara Angke. Sementara pompa yang rusak di Waduk Pluit sisi tengah dan barat juga segera diperbaiki.

Tidak hanya itu, pembuatan deep tunnel juga menjadi skenario yang direncanakan. Menurutnya daripada terus menerus rugi akibat banjir, lebih baik Jakarta membuat deep tunnel dengan anggaran sebesar Rp 16 triliun.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Syamsul Arfan Akilie mengatakan, selama masa tanggap darurat yakni 17-27 Januari, pihaknya membuka posko banjir di Ruang Pola, Balaikota, DKI Jakarta. Dengan adanya Posko BPBD ini, diharapkan akan memudahkan berbagai pihak untuk saling berkoordinasi sehingga penyaluran bantuan bagi pengungsi juga akan lebih merata dan dapat menjangkau seluruh korban banjir.

"Dengan adanya posko ini bisa mengurangi masalah, walaupun diakui masih ada pengungsi yang belum terjangkau," kata Arfan.

Dikatakan Arfan, posko ini sangat membantu untuk pendistribusian segala bentuk bantuan. Terlebih bagi korban banjir yang meminta bantuan, baik evakuasi maupun permintaan logistik. "Jika ada laporan dari masyarakat langsung bisa ditindaklanjuti, karena semua unsur ada dan langsung bergerak," ucapnya.

Tidak hanya itu, setiap harinya dilakukan evaluasi terhadap penanganan banjir yang terjadi sampai tanggap darurat dicabut. Dalam evaluasi yang dilakukan juga dikoordinasikan strategi yang akan diambil pada hari berikutnya.

Posko banjir tersebut juga membuka layanan call center yakni di nomor 164.

Banjir Jakarta pada Kamis pekan lalu, bisa dibilang yang terbesar dalam 6 tahun terakhir. Kawasan Sudirman-Thamrin, tergenang. Tak hanya itu saja, air bahkan sampai merambah ke kawasan ring satu yakni ke Istana Negara.

Lebih 20 korban jiwa melayang akibat banjir ini. Bahkan dalam hitungan BNPB, jumlah pengungsi akibat banjir ini sempat mencapai 50.000 pengungsi.

Deep tunnel merupakan terowongan raksasa multifungsi, yang rencananya dibangun di bawah tanah ruas Jl MT Haryono hingga Pluit. Untuk pembangunan deep tunnel, Pemprov DKI menyediakan Rp 16 triliun secara multiyears selama 4-5 tahun. Terowongan ini diharapkan turut mengatasi masalah banjir dan kemacetan lalu lintas.(dbs/bhc/opn)


 
Berita Terkait Banjir
 
Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]