Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Banjir
Kerja KPK Berkurang Akibat Banjir dan Lampu Padam
Thursday 17 Jan 2013 15:01:12

Bambang Widjajanto (pakai topi) saat memantau kondisi di luar gedung KPK, Rabu (17/1).(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Banjir dan lampu padam di sejumlah kota Jakarta, dan berdampak juga pada kegiatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski demikian, KPK menegaskan tetap bekerja. Hanya saja pemanggilan saksi-saksi terhadap berbagai kasus korupsi tampak tak berjalan. Sampai detik ini, belum tampak saksi yang menghadiri gedung KPK, bahkan KPK tak merilis siapa saja saksi yang dipanggil hari ini.

Tampak wakil pimpinan KPK, Bambang Widjojanto bersama juru bicara KPK Johan Budi SP bersantai di lobi gedung yang terletak di jalan HR Rasuna Said ini. Meski begitu, ketika dimintai keterangan, Johan mengaku pihaknya menegaskan tidak ada istilah libur. "Tapi hanya terganggu saja akibat banjir. Tidak ada yang libur di KPK, semua bekerja seperti biasa," ujar Johan.

Ia mengaku, aktivitas kegiatan pemberantasan korupsi sempat berhenti lantaran genangan air yang sempat memutus akses menuju Kuningan. Akibatnya, jadwal pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka yang sedianya digelar pukul 09:30 WIB molor. Rilis nama-nama yang biasanya terpampang di ruang wartawan, hari in tidak tampak. "Di KPK sendiri sudah banjir, di tempat parkir juga sudah tergenang banjir," tambahnya.

Bukan hanya banjir yang mengganggu aktivitas KPK, padamnya lampu pun juga ikut mempengaruhi. Sesuai pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, sampai berita ini diturunkan, gedung KPK masih gelap gulita.

Ketika memintai keterangan pada Kepala Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha juga mengatakan jadwal pemeriksaan terhadap saksi dan tersangka akan tetap dibuat. Namun ia tidak menjamin berapa persen kemungkinan yang bersangkutan atau saksi yang dipanggil akan hadir. "Untuk jadwal, mestinya ada. Karena kan surat panggilan sudah dikirimkan sejak beberapa hari yang lalu. Cuma apa pemeriksaan jadi terlaksana, belum jelas," ujarnya.

Air yang menggenangi gedung KPK pagi tadi, saat ini sudah mulai surut. Lalu lintas Jl. HR Rasuna Said atau di depan gedung KPK terpantau kondusif tanpa ada genangan air.(bhc/din)


 
Berita Terkait Banjir
 
• Ini Jurus Aman Mobil Manual dan Matik Bisa Terjang Banjir
 
• Anggota DPR Soroti Bencana Banjir di Kaltim
 
• Kalimantan Banjir Besar, Andi Akmal : Regulasinya Kurang Dukung Penjagaan Lingkungan
 
• Tinjau Penanganan Banjir, Khoirudin Apresiasi Kinerja Gubernur Anies dan Kader-Kader PKS
 
• Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]