Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Kebijakan Ekonomi
Kepala BIN: MoU Antara BIN dan Kemenakertrans untuk Jaga Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Thursday 15 Nov 2012 03:55:12

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI Marciano Norman (Foto : ist),
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI Marciano Norman, bersama Menteri Tenaga Kerjadan Transmigrasi (Menakertrans),MuhaiminIskandar, menandatangani Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Intelijen Negara dengan Kementerian TenagaKerjadan Transmigrasi tentang Pelaksanaan Pengamanan Program dan Kegiatan Strategis di Bidang Ketenaga kerjaandan Ketransmigrasian, di GedungKemenakertransJalanGatotSubrotoKavling 51 Jakarta, Rabu,(14/11).

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Kepala BIN didampingi Deputi IV Bidang Ekonomi BIN, sedangkan Menakertrans didampingi Sekjen Kemenakertrans.Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat Eselon I danEselon II Badan Intelijen Negara dan Kementerian Tenaga Kerjadan Transmigrasi.

Kepala BIN, dalam sambutannya menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini merupakan salah satu pengejawantahan dari UU No. 17 Tahun 2011 tentangIntelijen Negara, terutama dalam menjaga stabilitas kebijakan nasional di bidang ekonomi.

“Ketenagakerjaan danke transmigrasian adalah dua sektor yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan pembangunan nasional pada masak inidan mendatang. Oleh karena itu, kerjasama ini dinilai penting di tengah-tengah merebaknya kecenderungan liberalisasi dan perdagangan bebas dalam system perekonomian global, “ jelasKepala BIN.

Dalam kesempatan tersebut, Menakertrans uhaiminI skandar, mengungkapkan data pengangguran di Indonesia mencapai 7,6juta (6,32 %), jumlahpekerja 112,80 juta dari angkatankerja (120,41 juta), dan masih rendahnya tingkatpendidikanpekerja yang mencapai 75,8 juta (67,2 %) dari angkatan kerja.

“Untuk menciptakan iklim kondusif, makaperludilakukanupayadeteksidiniterhadaphal-hal yang berpotensi menimbulkan konflikdanmengganggu, melaluikoordinasi efektifdengan BIN.

Nota Kesepahaman iniakandi tindak lanjuti dengan pembentukan satuan tugas antara Kemenakertrans dan BIN,” kata Muhaimin Iskandar. Dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenakertrans RI DR. Ir. Muchtar Luthfie, MMA disebutkan, pengamanan program dankegiatan strategis di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian adalah dalam rangka mewujudkan stabilitas dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

LebihlanjutMuchtarLuthfiemengatakan, nota kesepahaman ini juga mengatur penyelenggaraan pelatihan di bidang intelijen bagi pejabat di lingkungan Kemanekertrans, sehingga nantinya para pejabat di Kemenakertrans akan memahami dan dapat menerapkan ilmu pengetahuan intelijen dalam rangka memfasilitasi permasalahan ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian. Dalam nota kesepahaman ini, Kemenakertrans bertanggung jawab menyediakan informasi awal yang menimbulkan ancaman dan gangguan di bidang ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian.

Sebaliknya, pihak BIN melakukan deteksi dini dan menyampaikan informasi intelijen yang berpotensi menimbulkan ancaman dan gangguan di bidang ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian kepada Kemenakertrans. Kepala BIN mengapresiasi pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman sebagai sebuah komitmen untuk melakukan pengamanan di bidang ketenaga kerjaandan ketransmigrasian. Nota Kesepahaman merupakan komitmen bagi BIN terhadap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan strategis di bidang ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian”, tutur Marciano Norman. (bhc/rat)


 
Berita Terkait Kebijakan Ekonomi
 
• Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter
 
• Indonesia Turun Kelas, Hergun: Kebijakan Ekonomi Perlu Dievaluasi
 
• Ketua Banggar: Pemerintah Harus Selektif Jalankan Kebijakan Fiskal
 
• Anis Byarwati Kritik Kebijakan Ekonomi Pemerintah Terkait Covid-19
 
• Anis Byarwati Kritisi Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi Jilid 1 dan 2
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]