Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kemlu
Kemlu Pulangkan 31 ABK WNI dari Trinidad dan Tobago
Sunday 03 Feb 2013 09:43:26

Kemlu Pulangkan 31 ABK WNI dari Trinidad dan Tobago.(Foto: Ist)
TRINIDAD, Berita HUKUM - Kemlu kembali akan pulangkan 31 anak buah kapal (ABK) WNI dari Port of Spain, Trinidad dan Tobago. Para ABK WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta petang hari, Sabtu (2/2) dengan maskapai Emirates Airlines, EK 358 ETA pukul 21:30 WIB.

Ke-31 ABK tersebut merupakan bagian dari 150 ABK yang telah dipulangkan sejak 9 November 2012, dari total 154 ABK yang “stranded” di Port of Spain. Sedangkan 4 ABK lainnya direncanakan dipulangkan dan tiba di tanah air pada 4 Februari 2013.

Permasalahan kasus para ABK tersebut pertama kali ditangani Kemlu dan KBRI Caracas pada September 2012.

Sejak saat itu, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan instansi terkait di tanah air dan Pemerintah Trinidad dan Tobago guna penanganan kasus serta proses pemulangan mereka ke tanah air.

Tim Kemlu yang turut mendampingi pemulangan ABK kali ini juga telah meminta bantuan Pemerintah Trinidad dan Tobago agar menyita kapal-kapal milik perusahaan tersebut dan menjualnya untuk melunasi gaji para ABK yang belum dibayar perusahaan.

Pada akhir Mei 2012, 20 kapal yang mempekerjakan 154 ABK WNI dan warga negara Republik Rakyat Tiongkok serta Viet Nam telah dilabuhkan di Port of Spain, Trinidad dan Tobago karena perusahaan pemilik kapal asal Taiwan, Kwo Jeng Trading Ltd, memberhentikan pengiriman uang pembiayaan operasional kapal penangkap ikan dimaksud.(kml/bhc/rby)


 
Berita Terkait Kemlu
 
• Kemenlu Panggil Dubes Malaysia, Menuntut Pelindungan Penuh PMI
 
• Kemenlu Minim Capaian dan Tak Ada UU Yang Dihasilkan
 
• Sore Ini, Presiden Lantik Dino Patti Sebagai Wakil Menlu
 
• Indonesia Protes Inggris
 
• Menlu Terus Pantau Perkembangan di Korea Utara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]