Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Century
Kembali KPK Dalami Keterangan Raden Pardede Terkait Rapat FPJP
Thursday 14 Nov 2013 10:35:47

Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede saat di KPK, Rabu (13/11).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Selepas diperiksa yang kesekian kalinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi selama lebih kurang 7 jam, Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede, sempat menjawab pertanyaan para wartawan terkait materi pemeriksaanya hari ini.

Raden Pardede yang juga Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) itu mengaku hanya memberikan informasi tambahan kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, seputar rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dimana dalam rapat tersebutlah akhirnya di putuskan Bank Century berdampak Sisitemik dan mendapat glontoran dana hingga Rp 6,3 triliun.

”Intinya adalah kami menjelaskan bagaimana rapat yang dulu dan pengambilan keputusan,” ujar Pardede, saat keluar dari Gedung KPK, Rabu (13/11) terkait penyidikan lanjutan kasus dugaan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek pada Bank Century, dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Namun, Pardede tidak mengungkapkan lebih jauh informasi apa yang dia sampaikan kepada penyidik KPK selama pemeriksaannya. Kendati demikian, Pardede mengaku yakin bahwa, KPK akan mengungkapkan siapa saja yang bersalah dalam kasus Century ini.

Raden Pardede keluar dan meninggalkan gedung KPK dengan mengenakan tas tenteng putih, selanjutnya masuk kedalam mobil Fortuner berwarna hitam, dan meluncur pergi meningalkan krumunan wartawan yang telah menantinya.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Century
 
• Asia Sentinel Akhirnya Minta Maaf Ke SBY, Partai Demokrat dan Rakyat Indonesia
 
• SBY: Tangkap dan Penjarakan Saya Kalau Fitnah Itu Benar
 
• Demo HMS Tuntut Sri Mulyani dan Boediono Mesti Dimeja Hijaukan terkait Kasus Bank Century
 
• Diluncurkan, Buku Tim Sembilan Membongkar Skandal Century
 
• Timwas Century Minta Pemerintah Serahkan Potensi Aset Yang Bisa Dikembalikan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]