Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kejati Riau
Kejati Riau MoU Hukum Perdata dan TUN dengan BPJS Sumbar-Riau
Friday 11 Jul 2014 18:50:03

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau Iswandhy Syaruly (ke 2 kanan) dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Setya Untung Arimuladi (ke 2 kiri) saat MoU kerja sama antara Kejati Riau dengan BPJS Ketenagakerjaan disaksikan Wakajati Riau Johannes Tanak (kanan).(Foto: Riaupos)
RIAU, Berita HUKUM - Bertempat di Hangtuah Ballroom, Hotel Pangeran Pekanbaru (10/7), sekitar pukul 17.00 Wib, telah dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) antara Kepala Kejaksaan Tinggi Riau dengan BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau dalam rangka menjalin kerjasama untuk mengoptimalisasikan efektifitas tugas dan fungsi masing masing pihak di bidang hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatangan Nota Kesepakatan Bersama (MoU) tersebut dihadiri oleh Kajati Riau (Setia Untung Arimuladi), Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau (Iswandy Syaruli), Wakajati Riau (Johanis Tanak), para Asisten, Kajari-Kajari, Kacabjari, para Koordinator dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara di wilayah hukum Kejati Riau, serta karyawan dan karyawati BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau.

Dalam sambutannya, Kajati Riau, Setia untung Arimuladi menjelaskan, Kerjasama tersebut bukanlah hal yang baru karena, "sebelumnya sewaktu BPJS Ketenagakerjaan masih bernama Jamsostek sudah terjalin kerjasama yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada akhir tahun 2013, Jaksa Pengacara Negara (JPN) berhasil mengembalikan hak Jamsostek sebesar Rp.2.5 miliar," ujarnya.

Setelah menjadi BPJS Ketenagakerjaan, JPN juga telah mensosialisasikannya kepada para pengusaha dengan cara mengundang dan mendaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, "mengingat hal tersebut merupakan kewajiban para pekerja dan pemberi kerja yang bila tidak dipatuhi dapat dikenakan sanksi administrasi dan pidana," jelasnya.

Karenanya Kajati Riau berharap agar para Jaksa Pengacara Negara di Kejari juga dapat melaksanakan tugas kejaksaan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara yang baik sehingga mendapatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan (stakeholder).

Diakhir kegiatan, mengingat bertepatan pada bulan Ramadhan, kegiatan penandatanganan MoU ditutup dengan buka puasa bersama.(kjr/sua/bhc/sya)


 
Berita Terkait Kejati Riau
 
Kejati Riau dan Kejari Taluk Kuantan Eksekusi Buronan Korupsi
 
Susdiarto Akan Lanjutkan Penanganan Kasus Korupsi Di Kejati Riau
 
Kejati Riau Tahan Susilo Mantan Kadis Perkebunan Riau
 
Kajati Riau Bentuk Tim Satgassus Dalam Optimalisasi Pemberantasan Korupsi
 
Kajati Riau Ingatkan Cegah Korupsi Melalui Peran Keluarga
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]