Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kejari Kutai Barat
Kejari Kubar Sita Uang dan Barang Tersangka Korupsi BPBD
2022-01-20 21:13:42

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Bayu Pramesti saat memberikan keterangan kepada wartawan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri Kutai Barat (Kejari Kubar) dibawah komando Bayu Pramestii bergerak cepat dengan melakukan penyitaan dan pengembalian uang dan barang dari tersangka Jenton anak dari Kupon dan Adriani anak dari Amas, dalam perkara BPDB di Kabupaten Kutai Barat. Pasalnya sejak tanggal 4 sampai 18 Januari 2022 penyidik Pidsus Kejari Kubar telah memeriksa 50 saksi tambahan, dari total 116 saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat Bayu Pramesti mengatakan berdasarkan keterangan para saksi kita langsung melakukan pelacakan aset-aset milik tersangka Jenton Anak dari Kupon dan Adriani Anak dari Amas dalam perkara tindak pidana korupsi program pencegahan kebakaran hutan dan lahan untuk kegiatan pembuatan, pemasangan dan sosialisasi rambu-rambu dan papan pengingat penceahan kebakaran hutan dan lahan Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi (DBHDR) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat Tahun anggaran 2019.

"Dari pemeriksaan dan pelacakan aset tersebut, penyidik telah menyita uang dan barang yang terkait dengan Tindak Pidana korupsi tersebut, seperti uang tunai sebesar Rp.302.500.000 yang disita dari petinggi dan Pegawai atau TKK BPBD 114 Saksi," ujar Bayu Pramesti didampingi Kasi Intelijen, Ricki Rionard kepada pewarta via Whatsapp di Jakarta, pada Kamis (20/1).

Selain menyita Uang senilai Rp.302,5 juta, menurut Bayu Pramesti pihaknya juga menyita sebuah mobil Toyota Rush dan motor CBR beserta perabotan rumah tangga dari Tersangka Adriani.

"Penyitaan yang kami lakukan ini, bertujuan untuk menyelamatkan keuangan negara yang telah dinikmati dan dibelikan tersangka menjadi asset milik pribadinya. Karena bagi kami tidak ada peluang bagi para kotuptor untuk bebas merajalela," pungkas Bayu.(bh/ams)


 
Berita Terkait Kejari Kutai Barat
 
• Kejari Kubar Sita Uang dan Barang Tersangka Korupsi BPBD
 
• Kejari Kubar Ungkap Dugaan Korupsi BPDB dan Sudah Penjarakan 2 Orang Tersangka
 
• Selamatkan Kerugian Negara Rp1,7 M dari Proyek Jaringan Listrik Tak Selesai, Kejari Kubar Dapat Apresiasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]